Tangkal Fitnah dan Hoax, PDIP Kalbar Bentuk Tim Media Center | Pontianak Satu

Tangkal Fitnah dan Hoax, PDIP Kalbar Bentuk Tim Media Center

Foto: Sujiwo (tengah) Bendahara DPD PDI Perjuangan KALBAR bersama pengelola Media Center di Kantor PDI Perjuangan, jalan Arteri Supadio, Ayani II Kabupaten Kubu Raya, Rabu (05/02/2020).
PONTIANAK SATU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Barat resmi membentuk media center, Rabu (05/02/2020) sore.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalbar Sujiwo resmi mengukuhkan para pengelola media center tersebut dan nantinya akan berkantor tepat di samping Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kalbar.

"Hari ini kita bentuk sekaligus kita kukuhkan media center PDI Perjuangan Kalbar. Pembentukan media center ini juga atas arahan dan persetujuan Pak Lasarus selaku Ketua DPD. Ruangan, perangkat dan perlengkapannya akan segera kita siapkan," kata Sujiwo di Kantor DPD PDI Perjuangan Kalbar, Jalan Arteri Supadio Sungai Raya.

Sujiwo menjelaskan bahwa semua pengelola media center ini merupakan kaum milenial. Mayoritas dari mereka bahkan masih berstatus sebagai mahasiswa aktif.

Alasan pemilihan kelompok milenial sebagai pengelola media center, lanjut dia, lantaran lebih memiliki kreativitas dan semangat belajar yang tinggi.

"Artinya itu menandakan bahwa kita siap bertempur di darat, pesisir dan udara. Kemudian tugasnya (media center) nanti melakukan publikasi, meliput semua aktivitas kegiatan-kegiatan dan kerja-kerja partai. Dari mulai DPD hingga anak ranting, dari mulai kegiatan anggota DPR RI dapil Kalbar I dan II, anggota DPRD Provinsi sampai anggota DPRD kabupaten kota," jelasnya.

Tak sebatas mempublikasi kerja-kerja partai, media center dikatakan Sujiwo juga bertugas menangkis kabar miring yang dialamatkan kepada PDI Perjuangan.

Lebih dari itu, media center juga Ia kehendaki bisa memberikan edukasi politik kepada warganet.

"Paling tidak media center mempunyai peran melakukan pemberitaan-pemberitaan yang positif, kemudian memberikan edukasi-edukasi politik dan yang tidak kalah pentingnya adalah meng-counter isu-isu negatif, fitnah dan hoaks," imbuhnya.

Lebih lanjut Sujiwo juga meminta kepada seluruh DPC se Kalimantan Barat untuk melaporkan akun-akun media sosial resminya kepada pengelola media center DPD.

Permintaan tersebut bertujuan supaya tidak ada lagi akun-akun palsu yang mengatasnamakan PDI Perjuangan.

"Nanti dalam waktu dekat seluruh DPC akan melaporkan akun resminya. Target kita, kalau bisa PAC bahkan ranting juga bisa memiliki akun-akun medsos," pungkasnya. (Nj)

TerPopuler