Dukung Produk Unggulan, Polnep Lakukan MoU dengan 20 Desa | Pontianak Satu

Dukung Produk Unggulan, Polnep Lakukan MoU dengan 20 Desa

Foto bersama usai melakukan Penandatangan MoU antar Kampus Polnep dengan 20 Desa se Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
PONTIANAK SATU - Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) melakukan penandatangan MoU dengan 20 Desa se-Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya dan Bursa Inovasi Desa di kampus Polnep, Senin (24/02/2020).

Kegiatan ini di lakukan dalam kerangka kerja sama penguatan kapasitas dan dukungan teknis kepada pemerintah desa untuk pengembangan produk unggulan desa.

“Prinsipnya kami terbuka bagi pihak manapun yang membutuhkan dukungan. Kami memiliki SDM terampil berbagai yang dapat membantu pemerintah desa mempercepat kemajuan pembangunan desanya,” kata Dr. Widodo PS, MT, Pembantu Direktur bidang kerjasama Politeknik Negeri Pontianak.

Dalam kegiatan strategis ini juga menghadirkan Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI.

“Sudah biasa saya saksikan MoU antar kampus dengan kampus, kampus dengan lembaga pemerintah, namun saat ini terasa luar biasa karena menyaksikan MoU kampus dengan desa," ujar Dr. Myrna A Safitri, M.Si.

Dari 20 desa yang ikut hadir dan menandatangai MoU dengan Polnep hari ini, terdapat 6 desa di Kecamatan Sungai Raya yang merupakan termasuk program DPG yang didampingi oleg BRG mulai 2017-2020.

"Berbagai kegiatan pun telah dilaksanakan dalam program DPG, mulai Sekolah Lapang petani gambut, pembangunan demplot pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB), hingga Sekolah Seniman Pangan yang melatih ibu-ibu di desa untuk mengembangkan produk turunan dengan kemasan menarik. Sehingga memiliki harga jual di pasaran cukup baik," lanjut Deputi III BRG RI.

Salah satu contohnya, tambah Myrna sapaan akrabnya, adalah Sungai Asam, telah memiliki produk unggulan dari lahan gambut berupa nanas. "Melalui Sekolah Seniman pangan, ibu-ibu di desa Sungai Asam telah mengembangkan produk turunan dari nanas menjadi keripik, dodol, selai dan sirup," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Sungai Asam Sumardi saat ditemui KALBARSATU.ID di lokasi kegiatan,

“Bahwa produk unggulan program DPG tersebut telah mampu membangkitkan jiwa wirausaha warganya. Di sisi lain juga dapat mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di desa untuk meningkatkan nilai tambah," uarnya.

Melalui program BRG, kelompok masyarakat mendapatkan bantuan mesin dehydrated untuk mengelola produk nanas menjadi berupa dodol, kripik, selai dan lain-lain.

“Karena itu, saya selaku Kepala Desa berterima kasih sekali kepada BRG yang telah mendampingi kami," tegas Sumardi. (Holis)

TerPopuler