Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Sungai Rengas Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram | Pontianak Satu

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Sungai Rengas Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Foto bersama pemerintah Desa Sungai Rengas dan bersama peserta pelatihan Budidaya Jamur Tiram, serta mahasiswa KKM Fisip Untan / (image/Rokib)

PONTIANAK SATU - Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan baik, maka Pemerintah  Desa Sungai Rengas  Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya menggelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, senin (13/1/2020).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor Desa Sungai Rengas yang dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Rengas, pemuda Desa Sungai Rengas mulai dari Karang Taruna maupun pemuda lainnya, dihadiri juga oleh Ibu-ibu PKK, pendamping Desa dari Kabupaten Kubu Raya dan pemateri dari pengusaha budidaya Jamur Tiram, serta dihadiri oleh Mahasiswa KKM Fisip Untan yang menjadi panitia pelaksana pelatihan Budidaya Jamur Tiram.

Pada kesempatan tersebut Kepada Desa Sungai Rengas, Heri Kurniawan berharap bahwa setelah pelatihan tersebut masyarakat Sungai Rengas bisa memanfaatkan dengan baik.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas kerjasama dengan pihak pembudidaya jamur tiram.
Karena utamanya adalah ingin membuka lapangan kerja melalui sektor perekenomian.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan program untuk ibu-ibu PKK yang sudah bisa melatih menjahit. Sedangkan untuk para ibu-ibu majelis taklim pihaknya pun sudah menganggarkannya. Kemudian untuk organisasi kepemudaan, Ia mengatakan bahwa Karang Taruna telah melakukan budidaya ikan nila.

"Kedepan home industri akan kita coba mempromosikan program yang ada di Sungai Rengas yang nantinya akan bekerjasama dengan bumdes", jelasnya.

Heri mengatakan bahwa pada tahun 2019 di Desa Sungai Rengas telah banyak melakukan kegiatan dari berbagai program yang ada, namun untuk tahun 2020. Menurutnya program yang dilaksanakan tidak seperti pada tahun 2020, karena anggarannya menurun.

"Tahun 2019 anggaran kita 3,4 m, sedangkan tahun 2020 anggarannya 2.6 m", sebutnya.

Ia pun menyebutkan bahwa Pemdes Sungai Rengas pada tahun 2020 ini akan melakukan  pembangunan untuk kantor Desa yang akan menganggarkan biaya cukup banyak.

"Mohon doanya semoga pembangunan kantor desa bisa lancar dan tanpa kendala. Sebagaimana pembangunan kantor Desa itu buka 12x18 metee dan tingkat 2", ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, pendamping Desa dari Kabupaten Kubu Raya, Bapak Marnawi, S.Pd., M.Pd menyampaikan tentang pelayanan untuk masyarakat yang baik juga bisa dilakukan melalui peningkatan SDM yaitu pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Sedangkan menurutnya Jamur Tiram adalah home industri yang bisa menambah perekonomian masyarakat di Desa Sungai Rengas.


"Agar kelihatan makin aktif, semoga program ini bisa berjalan dengan lancar. Pengalaman dan pemahaman masyarakat lah yang sangat dibutuhkan agar bisa memanfaatkan SDA dengan baik. Semoga apa yang diprogramkan oleh pemerintah di respon dengan baik oleh masyarakat", harapnya.

Selanjutnya penyampaian dari pemateri Jamur Tiram, Ein andreas yang juga pengusaha Jamur Tiram menyampaikan bahwa untuk memulai sebuah usaha adalah niat dan semangat. Sebagaimana ia telah menceritakan tentang perjalanan budidaya Jamur Tiram yang dimulai dari tahun 2017.

"Saya mulai usaha jamur tiram ini sejak tahun 2017, banyak rintangan dan hampir gagal, tapi perlu dicoba berkali-kali dan saya bermula pengusaha jamur tiram tanpa modal uang hanya saja modal belajar dan semangat", ucapnya.

Ein yang masih berstatus mahasiswa pertanian Untan tersebut, juga menceritakan perjalanan hidupnya di perkuliahan sebelum menjadi pengusaha jamur tiram

"Waktu itu saya kerja jadi tukang sapu", pungkasnya.

Kemudian setelah menyampaikan berbagai materi dan motivasi, pada hari itu juga langsung dilaksanakan praktek budidaya jamur tiram.

Penulis : Rokib
Editor : Aam

TerPopuler