Optimalkan Produk Olahan Lokal Borneo: Yessy Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sanggau | Pontianak Satu

Optimalkan Produk Olahan Lokal Borneo: Yessy Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Sanggau

Foto : Yessy Melania saat kunjungi Pasar Sanggau 
PONTIANAK SATU - Yessy Melania Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Dapil Kalimantan Barat II bersama Tenaga Ahlinya melakukan Kunjungan Kerja Perseorangan Dapil ke daerah Tayan Kabupaten Sanggau, Jumat, (17/01/2020).

Yessy bersama rombongan meninjau dan menjumpai pedagang lokal disepanjang daerah Tayan Kabupaten Sanggau yang menjual hasil-hasil bumi lokal, seperti berbagai jamur hutan, pisang, labu, durian, rambutan, bambu muda (rebung), kayu-kayuan Kalimantan, umbi, ulat kelapa sawit, ikan dan buah mentawak.

Saat kunjungan berlangsung para pedagang keluhkan sulitnya menjual hasil-hasil hutan lokal yang ada. Padahal bulan Januari ini adalah musim buah dan hasil hutan di Kabupaten Sanggau, artinya hasil hutan melimpah bagi masyarakat.

Tentu masyarakat berharap banyak dengan penjualan hasil hutan lokal yang melimpah untuk menopang kehidupan dan ekonomi keluarga mereka. Namun nyatanya para pedagang mengeluhkan rendahnya minat beli dan harga beli yang mereka peroleh dari hasil jual yang mereka pasarkan.

Sehari para pedagang hanya bisa menjual hasil hutan lokal sebesar 50-150 ribu rupiah. Nilai jual yang didapatkan pedagang tersebut dirasa kurang untuk mencukupi kebutuhan satu keluarga pasalnya kebutuhan terus meningkat.

Yessy menerima dan mencatat keluhan para pedagang. Ia menyampaikan bahwa ke depannya diperlukan pengelolaan produk-produk hasil hutan tersebut seperti menjadikan selai, asinan, kripik, abon dan lainnya.

"Agar memiliki nilai tambah atau nilai jual lebih di mata masyarakat atau pembeli," ujarnya.

Yessy juga sempat menanyakan kepada pedagang apakah berkenan jika ke depannya akan ada pendampingan dalam pengelolaan hasil hutan lokal untuk menjadi sebuah produk kemasan?

Pedagang pun menyambut baik dengan ide yang disampaikan oleh Yessy tersebut.

Dukungan pemerintah kabupaten maupun kota hingga pusat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat pendampingan pengelolaan produk hasil hutan lokal yang menjadi edemik pulau borneo.

"Mengingat penghasilan utama masyarakat di sini sangat bergantung dari hasil hutan lokal di sekitar rumah tinggal mereka," jelasnya.

Yessy juga mendorong pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan dan hadir untuk mendampingi masyarakat.

Karena menurutnya, potensi sudah ada, namun tanpa pengelolaan dan pendampingan. Yessy merasa hal tersebut tidak bisa dinikmati bagi kesejahteraan masyarakat maupun bagi kemajuan kabupaten Sanggau bahkan Kalimantan Barat.

"Semua harus saling bergandeng tangan dalam mengoptimalkan potensi lokal borneo," pungkasnya.

Yessy mengakhiri kunjungan tersebut dengan membeli 30 buah mentawak untuk rombongan yang ikut. Serta mengenalkan identitas hasil hutan pulau borneo ke kalayak luas. (Rokib)

TerPopuler