Komisi V DPR RI Tinjau Bendungan Benanga Lempake Samarinda Utara | Pontianak Satu

Komisi V DPR RI Tinjau Bendungan Benanga Lempake Samarinda Utara

Foto: Anggota DPR RI Komisi V Syarif Abdullah (tengah) saat kunjungi bendungan benanga lempake Samarinda Utara.
PONTIANAK SATU - Komisi V DPR RI mengunjungi Waduk Benanga Lempake Samarinda Utara, Kamis (23/1/2020). Tujuan dari kunjungan ini untuk melihat secara langsung infrastruktur pengendali banjir di Kota Samarinda yang sering terjadi banjir.

Ketua Tim Komisi V DPR RI, H. Syarif Abdullah Alkadrie, SH.,MH., meminta Walikota Samarinda Syaharie Jaang untuk segera mereview ulang Tata Ruang Tata Wilayah Kota Samarinda agar lokasi bendungan pengendali banjir dapat diketahui dan dilindungi.

"Itu (bendungan Benanga Lempake) menjadi tujuan kunjungan kami kesini. Kaitan dengan itu kita sudah lihat kondisinya. Cuma kami minta Bapak Walikota serta Pemda secepatnya untuk mereview tata ruang wilayah. Sehingga kita tahu lokasi secara keseluruhan dan lokasi yang tersedia (resapan air)," ujar Syarief Abdullah selaku Anggota DPR RI Dapil Kalbar 1 ini usai mengunjungi Bendungan Benanga.

Syarif menambahkan, review ulang tata ruang Samarinda mendesak dilakukan seiring daya tampung air waduk Benanga yang dibangun tahun tahun 1977 mencapai 1,5 juta meter kubik dan saat ini menurun tinggal 500 ribu meter kubik saja.

Adapun pemeliharaan waduk Benanga tanggung jawabnya dibawah Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, diminta Syarif, dilakukan berkelanjutan.

"Saya minta dari Balai yang disini betul merencanakan masterplan dan jangan secara parsial aja. Artinya sudah dimulai kegiatan pengerukan di 2020. Jangan sampai selesai itu, tidak berlanjut dan bertambah lagi pengendapan," jelasnya.

Pengendalian banjir Samarinda menjadi perhatian Komisi V DPR RI, karena Ibu Kota Negara (IKN) baru dibangun di Kaltim. Apalagi, tahun 2024 pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Jakarta akan mulai berjalan secara bertahap.

"Kita meminta agar jangan sampai banjir yang terjadi di Jakarta, terjadi juga di Ibu Kota Negara yang baru. Oleh karena itu, upaya pengendali banjir di Kaltim ini harus maksimal dan komperhensif", pungkasnya.(Mustofa / Rokib)

TerPopuler