KBM Kalbar Akan Gelar Pameran Dokumen Sejarah Perkembangan Nasionalisme Soekarno di Kalbar | Pontianak Satu

KBM Kalbar Akan Gelar Pameran Dokumen Sejarah Perkembangan Nasionalisme Soekarno di Kalbar

Foto: Usai Dialog Interaktif di kediaman Safarudin Ustman, Kota Pontianak, Senin (27/01/2020).
PONTIANAK SATU - Keluarga Besar Marhaenis (KBM) menggelar Dialog Interaktif dengan topik mengupas sejarah perkembangan dan pemikiran Soekarno di Kalimantan Barat, Senin (27/01/2020).

Safarudin Ustman intlektual Kalbar mengatakan, organasisasi nasionalis harus mampu menjadikan nasiolisme Soekarno sebagai azas yang implementatif dalam proses perubahan sosial, ekonomi dan politik di Indonesia khususnya Kalimantan Barat (Kalbar).

Pemikiran nasionalisme Soekarno atau disebut Marhaenisme merupakan ideologi pada era 30-an sebelum kemerdekaan dan pasca kemerdekaan Indonesia pada rezim orde lama Presiden Soekarno.

Pada era itu, Marhaenisme sebagai azas ideologi termashur dan banyak diyakini rakyat Indonesia menjadi dasar perjuangan untuk mencapai kesejahteraan negara dan bangsa Indonesia.

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) menjadi partai politik di Indonesia yang berideologikan marhanisme sebagai azas partai mampu menjadi pemenang pelaksanaan pemilu pertama di Indonesia pada Tahun 1955-1960.

Disusul oleh partai Masyumi, NU, PKI dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) sebagai lima besar partai yg memiliki suara pemilih terbanyak.

The Founding Father Soekarno sebagai bapak Proklamasi Indonesia dan pencetus ideologi marhaenisme yang menjadi azas Partai PNI dan kala itu mampu hadir menjadi jalan tengah pertentangan partai politik di Indonesia sehingga masing-masing memiliki dan meyakini ideloginya tersendiri.

"Marhaenisme harus disebarluaskan ajaran dan nilai-nilainya kepada masyarakat khusunya kalangan generasi muda memahami sejarah bangsanya sesuai dengan ucapan Bung Karno JASMERAH artinya Jangan Sekali Melupakan Sejarah serta menghilangkan stikma masyarakat awam yang mengidentikan marhaenisme dengan komunis," tutur Safarudin Utsman intelektual Kalbar sebagai narasumber kegiatan tersebut.

Hadir juga Happy Hendrawan Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI Kalbar) Budiman Thahir Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM Kalbar), Organisasj Mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Menurut Happy, nasionalisme adalah konsep yang lahir dari perjalanan panjang sejarah bangsa.

"Perjuangan mempertahankan semangat nasionalisme menjadi tantangan kita di masa kini," paparnya.

Selain itu, Budiman Tahir Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis Kalbar menyatakan, dalam rangka membumikan ajaran marhanisme dan memberikan pemahaman sejarah tentang nasionalisme di Kalbar.

"Erutama Keluarga Besar Marhaenis seperti PA GMNI, GPM, GSNI dan Srikandi, bersama-sana membahas pelaksanaan kegiatan pameran dokumen sejarah perkembangan nasionalisme di Kalbar pada bulan Juni," jelasnya

Budiman menambahkan, forum diskusi tersebut akan terus digelar di setiap bulannya. (RB)

TerPopuler