Empat Program KKM Kelompok 25 Sangat Membantu Masyarakat Desa Ansiap | Pontianak Satu

Empat Program KKM Kelompok 25 Sangat Membantu Masyarakat Desa Ansiap

Foto Musyawarah Mahasiswa Fisip Untan kelompok 25 pada KKM bersama Pemerintah Desa Ansiap Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah/ istimewa.
PONTIANAK SATU - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (FISIP UNTAN) laksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM)  selama satu bulan, salah satunya KKM Kelompok 25 yang ditempatkan pada Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah.

KKM yang dilaksanakan selama satu bulan dimulai tanggal 6 Januari hingga 6 Februari 2020, KKM kali ini dibagi menjadi 26 Kelompok yang tersebar di beberapa kecamantan salah satunya kelompok 25 yang ditempatkan pada Desa Ansiap.

Pada kesempatan itu ketua KKM kelompok 25, Supin menjelaskan, bahwa selama KKM satu bulan ini, pihaknya telah ada program kerja yang disusun bersama.  Sebagaimana ada 4 (empat) program dari kelompok 25 yang telah disebutkan oleh Supin yaitu:

1. Pembenahan Adminstrasi seperti, Sturktur Organisasi, Sturktur PKK, Struktur BPD, Papan Nama Ruang Kerja, Reparasi Software Komputer Kantor Desa.
2. Pemberdayaan Masyarakat seperti, Pelatihan Desain Aparatur Desa, Sosialisasi Disekolah, Pelatihan dan Pengajaran Anak serta Nonton Bareng Film Edukasi Masyarakat Desa.
3. Pembangunan Infrastruktur Desa seperti, Pembuatan Plang RT/RW, Batas RT/RW, Plang Kepala Adat, Plang Gereja dan  Gapura Desa.
4. Bakti Sosial, seperti bersih lingkungan tempat penginapan dan bersih lapangan bola dan sekitarnya.

"Selama 5 hari kami melaksanakan KKM disini sudah sebagian program yang telah berjalan antara lain pembenahan admintrasi, pembuatan plang, pelatihan dan pengajaran anak," jelas Supin, Jum'at (10/1/2020).

Selain itu, Supin juga mengatakan bahwa Desa Ansiap dari segi infrastruktur masih sangat tertinggal dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Sadaniang.

"Hal ini dapat dilihat mulai dari akses jalan yang masih sangat rusak (batu/tanah) yang menyulitkan akses pembawaan material pembangunan, akses jalan alternatif melalui Kecamatan Menjalin menuju simpang Desa Tareng menjadi salah satu akses utama masyarakat Desa Ansiap  dengan lebar badan jalan hanya 1 (satu) meter berbahan semen", ujarnya.

Menurutnya, Desa Ansiap sendiri masih sangat jauh dari kesejahteraan, mulai dari minimnya tempat perbelanjaan pasokan  penyediaan bahan bakar minyak/gas, selain itu masih banyak ternak warga yang berkeliaran dilingkungan masyarakat, serta masih banyak warga yang belum memiliki jamban/wc.

"Masyarakat Desa Ansiap dahulunya  kental dengan adat istiadatnya kini sudah mulai berkurang dengan berdirinya 7 gereja, tersebar 2 gereja di Dusun Gutok, 3 gereja di Dusun Tikalong dan 2 gereja di Dusun Ansiap, meskipun demikian warga setempat tidak mengedampingkan budaya dan adatnya dengan adanya kepala adat disetiap dusun dan 1 tumengung desa, masyarakat Desa Ansiap juga sangat terbuka dan ringan tangan untuk membantu serta menolong orang-orang yang baru datang atau berkunjung di Desa Ansiap," ungkapnya.

Sementara itu, Rudi selalu Penanggung Jawab Desa Ansiap menyampaikan, bahwa dengan kedatangan mahasiswa Fisip Untan pada KKM tersebut sangatlah membantu keberadaan masyarakat di Desa Ansiap. Sebagaimana telah dipaparkan olehnya tentang kondisi lingkungan yang harus dibangun.

"Dengan Kedatangan Adik-adik mahasiswa Fisip yang berkegiatan selama 1 bulan sangatlah membantu keberadaan kami disini", ucapnya.

"Desa Ansiap masih perlu untuk dibangun, akses jalan menuju Pusat Kecamatan Sadaniang yang jauh dan rusak membuat, masyarakat Desa Ansiap  lebih cenderung berbelanja di Kabupaten Landak seperti, Menjalin dan Sui Pinyuh, serta masyarakat Dusun Gutok banyak berbelanja di Kabupaten Bengkayang, Seperti Di Samalatan", paparnya.

Rudi pun dengan keterbukaan dan tanpa ada rasa keberatan memperbolehkan para mahasiswa Fisip Untan kelompok 25 KKM untuk melaksanakan programnya. Desa Ansiap yang dinilai SDMnya masih rendah, maka menurutnya, perlu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

"Adik-Adik Mahasiswa boleh untuk penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat serta anak-anak di desa ini, sumber daya manusia Desa Ansiap masih perlu untuk ditingkatkan dan anak-anak desa ini banyak yang putus sekolah," pungkasnya.

Penulis : Ardianus Ardi (Mahasiswa Fisip Untan)
Editor : Rokib

TerPopuler