Bupati Mempawah Akan Menindak Tegas Proyek yang Menyalahi Aturan | Pontianak Satu

Bupati Mempawah Akan Menindak Tegas Proyek yang Menyalahi Aturan

Foto: Bupati Mempawah Hj. Erlina, (Image/bidik satu).
PONTIANAK SATU - Bupati Mempawah Ibu Hj. Erlina saat dikonfirmasi dengan sejumlah permasalahan pembangunan proyek yang melawati batas waktu kontrak kerja di Kabupaten Mempawah, mengaku selama ini beliau belum mengetahui jika ada proyek yang menyalahi aturan.

Hal tersebut disampaikannya paska kegiatan Hari Amal Bakti Kementrian Agama kabupaten Mempawah Ke-74, di halaman kantor Kementrian Agama, Jum’at (03/01/2020).

Bupati Mempawah juga Mengakui kalau selama ini belum ada laporan terkait dengan adanya pelanggaran dalam pembangunan di Kabupaten Mempawah.

“Saya baru pulang dua hari ini dan belum mengetahui adanya proyek yang bermasalah khusunya di Kabupaten Mempawah," ujarnya.

"Jika memang benar ada pembangunan yang bermasalah kita akan tindak dengan tegas," tambahnya.

Seperti yang dilansir oleh Bidiksatu.com, mengingat sebelumnya ditemukan oleh DPRD Mempawah, ada sejumlah pembangunan senilai Miliyaran rupiah yang sampai saat ini belum tuntas.

Di antaranya peningkata jalan Desa Pasir Sebukit, dan Sebukit sungai Sederam dengan total anggaran hampair mencapai 3 miliyar, jembatan sungai Sederam dengan total 5 Miliyar, pembangunan kantor Dukcapil 10 Miliyar, gedung Adat Melayu Mempawah, dan penataan Kantor Inspektorat Mempawah.

Dilain pihak, kepala Dinas Pekerja Umum Kabupaten Mempawah Hamdani saat ditemui kemarin usai kegiatan Hari Amal Bakti Depag menyebutkan memang ada proyek yang belum selesai di Desa Pasir.

Saat dikonfirmasi terkait proyek peningkatan jalan Pasir Sebukit Rama Kadis PURP tersebut menjelaskan, pekerjaan itu bisa terus dilaksanakan dengan perpanjangan waktu, namun harus sesuai dengan aturan dan akan memberikan sanksi berupa denda jika sewaktu-waktu tidak tuntas, nantilah kita akan cek," ujarnya.

Wakil ketua DPRD Mempawah, Darwis mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan beberapa temuan yang menjadi catatan anggota DPRD untuk dibahas lebih lanjut pada rapat bersama dinas terkait.

Sebelumnya, dikabarkan proyek peningkatan jalan Pasir-Sebukit sungai Sederam belum selesai direalisasikan dan terus dikerjakan hingga saat ini.

"Padahal batas waktu pengerjaan untuk semua semua proyek 31 Desember 2019,“ ujarnya. (*)

TerPopuler