Anak Meninggal Dunia, Seorang Ibu Wakili Wisuda di Untan | Pontianak Satu

Anak Meninggal Dunia, Seorang Ibu Wakili Wisuda di Untan

Foto: Hadiah  Untuk Marcellina Julita (alm) yang meraih gelar Sarjana Pendidikan, sumber kumparan.com
PONTIANAK SATU - Momentum prosesi wisudawan pasti adalah acara yang ditunggu-tunggu dan bahagia oleh setiap mahasiswa yang sudah menyelesaikan studinya.

Momentum itu, biasanya akan dihadiri oleh keluarga tercinta, dan kawan-kawan terdekatnya, tapi tidak dengan Marcellina Julita wisudawan dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, mahasiswa angkatan 2016, di Universitas Tanjungpura Pontianak, tidak bisa mengikuti prosesi wisudanya lantaran sudah meninggal dunia (28/12/2019)

Oleh Universitas Tanjungpura Pontianak itu pun digantikan oleh ibunya. Sebelum Marcellina meninggal, ia sempat berpesan kepada kepada ibunya, untuk datang saat pelaksanaan prosesi wisudawan, dan mengambilkan ijazahnya di Untan.

"Waktu dia dirawat, dia video call saya, bilang, Mama tolong ambilkan ijazahku, aku gak bisa ikut wisuda. Dia bilang gitu, lalu saya semangati, kan wisudanya masih bulan Januari Nak, cepat sembuh," kata ibunya.

Suasana haru kemudian pecah di ruangan prosesi wisudawan ibu Marsellina, naik ke atas panggung membawa toga dan bersalaman dengan Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Garuda Wiko.

"Saya penuhi semua, walaupun berat. Jadi saya datang ke wisudanya, atas permintaan almarhum. Sebelumnya, ia telah rampung menyiapkan berkas-berkas, serta atribut wisuda, namun takdir berkata lain, Marcellina meninggal dunia karena sakit kista ganas seberat lima kilogram yang dideritanya," terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Marsellina adalah anak yang rajin serta memiliki keinginan untuk melanjutkan jenjang S2.

"Ia anaknya rajin. Tadinya mau wisuda di bulan Oktober, tapi karena dia sakit, jadi ditunda. Dia anaknya rajin. Kalau belum selesai tugas atau skripsi, suka nangis. Jadi memang benar-benar dia kerjakan. Dia ada niat mau lanjut kuliah S2, tapi sekarang dia udah S2 di surga," tutur Marcieny ibu Marsillina saat wawancara.

Marcellina pernah menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara pada 2016 lalu.

Pada 14 Oktober 2019, ia melakukan operasi yang kedua kalinya di Rumah Sakit Soedarso Pontianak, saat itu Marcellina juga melakukan sidang skripsi di rumah sakit.

"Saya disuruh neneknya bawa ke Rumah Sakit Jakarta buat kemo, pada tanggal 12 Desember 2019, berangkat ke Jakarta, dalam proses menjalani kemo fisik almarhumah masih dalam kondisi membaik usai perawatan yang intensif, pada 28 Desember 2019, Marcellina menghembuskan nafas terakhir," jelasnya.

Pada Kesempatan itu, Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Garuda Wiko menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu wisudawannya.

"Kami menyampaikan empati dan simpati dan turut berduka, kepada Marcellina Julita, salah satu alumni di Untan, pada saat itu ia sudah siap semua, toga juga sudah diambil, kemudian yang bersangkutan dirawat, dan mendahului kita," ungkap Garuda Wiko Rektor Untan usai memimpin prosesi wisuda, di Auditorium Untan.

Pihaknya juga memberikan doa, serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Atas rasa kebanggaannya ia ingin hadir sebagai personifikasi dari mahasiswa yang sudah mendahului itu. Dibalik keberhasilannya dia (almarhum) banyak sekali bantuan, seperti doa untuk sembuh, dan dukungan moral, motivasi dan sebagainya. Intinya kita menyampaikan simpati dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," pungkasnya. (*)

TerPopuler