Aktivis Perlindungan Anak Dampingi Kak Seto ke Polda Kalbar | Pontianak Satu

Aktivis Perlindungan Anak Dampingi Kak Seto ke Polda Kalbar

Foto: Kak Seto (tengah) bersama Hosnan di Mapolda Kalimantan Barat.
PONTIANAK SATU - Aktivis perlindungan anak, Hosnan ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat mendampingi Seto Mulyadi ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) melakukan kunjungan ke Mapolda Kalimantan Barat, Senin (21/01/2020).

Kunjungan Seto Mulyadi disambut baik oleh Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono. Kedatangan ketua LPAI itu untuk berkoordinasi guna menyentuh persoalan kekerasan terhadap anak.

Setelah berkoordinasi, kak Seto mengapresiasi kinerja Polda Kalimantan Barat dan jajarannya atas tindakan yang konkrit untuk bisa membuat nyamannya masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kasus-kasus anak.

"Saya mengapresiasi kerja Polda Kalimantan Barat yang telah bekerja keras membuat masyarakat nyaman dan merespon dengan cepat kasus-kasus kekerasan anak," kata kak Seto Ketua LPAI.

Selain itu, Hosnan yang ikut mendapingi kak Seto dalam kunjungan ke Polda Kalimantan Barat menuturkan bahwa sejak beberapa tahun terakhir pihaknya selalu memantau berbagai kasus kekerasan anak yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat.

"Kami dari aktivis pelindungan anak, selalu memantau kasus-kasus kekerasan anak di Kalimantan Barat, memang tidak bisa dianggap bahwa penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak seperti membalikkan telapak tangan," ungkapnya

lebih lanjut aktivis anak tersebut menuturkan, jadi penyelesaian kasus anak tidak segampang yang kita bayangkan.

Maka dari itu, Lembaga Pelindungan Anak (LPA) Kalimantan Barat memiliki perhatian, pendampingan dan harapan yang tinggi bahwa yang berkaitan dengan kasus anak bisa diselesaikan dengan cara-cara yang lebih baik.

lebih jauh ia mengatakan, anak perlu ada perlindungan agar terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif yang bisa merusak sistem kerja otak termasuk pengaruh media elektronik.

"Anak menjadi penting untuk dilindungi dari pengaruh negatif, seperti ketergantungan terhadap gadget, karena itu bisa berpengaruh dengan sistem kerja otaknya. Untuk menghindari dan mengalihkan perhatian anak agar bisa melupakan gadget, yakni dengan memberi ruang bermain terhadap anak yang lebih bernuansa alam seperti permainan klasik," pungkasnya. (Jurnalis Warga: Samsul Hadi)

TerPopuler