Pemekaran Desa di Kubu Raya Terancam Gagal, Tokoh Desa Ungkap Kekecewaan kepada Pemkab | Pontianak Satu

Pemekaran Desa di Kubu Raya Terancam Gagal, Tokoh Desa Ungkap Kekecewaan kepada Pemkab

Foto: Tokoh desa pemekaran ungkap kekecewaan kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Kubu Raya atas kegagalan desa pemekaran di Kubu Raya.
PONTIANAK SATU - Pemekaran 5 (lima) desa di Kabupaten Kubu Raya terindikasi gagal antara lain di desa Sukalanting, desa Permata Jaya di kecamatan Sungai Raya, di kecamatan Sungai Ambawang dan kecamatan Sungai Kakap.

Hal ini merujuk pada surat balas dari Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) bapak Sutarmidji kepada Bupati Kabupaten Kubu Raya pada tanggal 18 November 2019.

Dalam surat pemberitahuan Gubernur Kalimatan Barat menyatakan proses pemekaran yang dilaksanakan di lima desa kabupaten Kubu Raya itu tidak melalui tahapan yang diatur dalam pasal 71 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 1 tahun 2017.

Bahwa gubernur memberikan evaluasi terhadap pengajuan nomor register desa kepada kementerian.

Pemekaran lima desa yang sebelumnya telah disahkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kubu Raya dianggap tidak sesuai dengan prosedur yang diatur dalam pasal 71 Permendagri nomor 1 tahun 2017.

Tohirin salah satu tokoh masyarakat desa persiapan Sukalanting dan Mat Sabar tokoh pemuda desa persiapan Permata Jaya mengungkapkan, kekecewaannya terhadap gagalnya pengajuan nomor register lima desa yang akan mekar di kabupaten Kubu Raya khususnya 2 (dua) desa persiapan pemekaran dari desa Sungai Asam kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya.

Menurut penuturan Tohirin tokoh desa persiapan, kesalahan juga terjadi di jajaran pemangku kebijakan yaitu pemerintah daerah kabupaten Kubu Raya.

"Proses pemekaran yang terkesan dipaksakan karena perda pemekaran lima desa dibahas dan disahkan menjelang akhir masa periode legislasi DPRD periode 2014 -2019," katanya saat diwawancara, Selasa (17/12/2019).

Sedangkan Mat Sabar berharap ke depannya, proses pemekaran di lima desa kabupaten Kubu Raya harus tetap dilaksanakan.

"Mengingat proses pemekaran yang telah berjuang susah payah dipersiapkan oleh panitia pemekaran. Maka harus tetap dilaksanakan pemekaran di lima desa itu," ungkapnya. (*)

TerPopuler