Lestarikan Hutan Adat Rimba sebagai Ekowisata, Kades Harapkan Dukungan Semua Pihak | Pontianak Satu

Lestarikan Hutan Adat Rimba sebagai Ekowisata, Kades Harapkan Dukungan Semua Pihak

Foto: Kades Tapang Semadak Theresia Yusmini saat berada di tengah alat Zero Mass Water atau Alat penghasil air bersih layak konsumsi bertenaga surya, tepat di samping kantor Desa Tapang Semadak (Image/Tribun Pontianak).
PONTIANAK SATU - Kepala Desa (Kades) Tapang Semadak Theresia Yusmini berharap perhatian dunia bagi masyarakatnya yang telah menjaga kelestarian hutan adat sebagai bagian paru-paru dunia.

Dihimpun oleh Tribun Pontianak, Theresia Yusmini menceritakan perjuangan masyarakat Desa Tapang Semadak dalam menjaga kelestarian hutan adat yang berada di desa tersebut.

Hingga pada akhirnya mendapatkan SK Pengakuan Hutan Adat baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau maupun Pemerintah Pusat Republik Indonesia.

Yakni SK Bupati Nomor 180/392/HK-A/2016 Tanggal 28 Desember 2016. dan SK Presiden Nomor 1152/ MENLHK-PSKL/PKTHA/PSL.0/3/2017.

"Setelah dapat SK dari Kementerian Lingkungan Hidup, maka kami dari pemerintahan desa akan terus berupaya untuk tetap melestarikan dan menjaga hutan adat yang kami miliki," ujarnya, Rabu (11/12/2019).

Theresia menyebut Pemdes juga selalu mengimbau masyarakat tentang larangan menebang pohon di hutan adat tersebut.

Tak hanya memberikan imbauan, Pemdes Tapang Semadak saat ini juga sedang berupaya untuk mengembangkan ekowisata di sekitaran hutan adat itu, tanpa menggangu kondisi hutan adat yang bernama Rimba Tawang Panyai itu.

Adapun berbagai upaya yang akan dilakukan Pemdes dalam menjaga dan melestarikan keberadaan Hutan Adat Rimba Tawang Panyai itu seperti akan dibuat pintu gerbang Hutan Adat Tawang Panyai.

“Selain itu akan membuat akses jalan menuju Hutan Adat Rimba Tawang Panyai. Pemdes juga akan membuat rambat beton yang akan mengelilingi hutan adat,” imbuhya.

Upaya lain yang dilakukan yaitu membuat homestay di luar Hutan Adat Rimba Tawang Panyai sehingga pengunjung dapat bersantai bersama keluarga.

“Akan dibuat pula plang nama-nama pohon yang ada di Hutan Adat Rimba Tawang Panyai sehingga anak cucu kita tahu akan nama pohon-pohon tersebut yang semakin lama semakin punah,” katanya.

Dengan rencana yang begitu besar, Theresia Yusmini mengatakan tentu pihak desa tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkannya.

"Dibutuhkan kerja sama yang baik dengan pihak pemerintah maupun swasta untuk men-support baik secara moril maupun materil sehingga objek wisata hutan adat Rimba Tawang Panyai ini nantinya tidak hanya menjadi dongeng sebelum tidur bagi anak-anak kita," ungkapnya.

Ia berharap keberadaan Hutan Adat Rimba Tawang Panyai dapat dipandang sebagai aset yang sangat berguna bagi masyarakat kabupaten Sekadau maupun wisatawan luar, baik dari potensi Ekonomi, Adat maupun budaya.(*)

TerPopuler