Haul KH Yahya, Dr. KH Adib: Akhlak Santri Menyikapi Permasalahan dengan Empat Hal | Pontianak Satu

Haul KH Yahya, Dr. KH Adib: Akhlak Santri Menyikapi Permasalahan dengan Empat Hal

Foto: Hisaniyah Kalbar gelar hauk ke 32 di Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang
PONTIANAK SATU - Himpunan Santri dan Alumni KH Yahya Syabrowi (Hisaniyah) Kalimantan Barat memperingati acara Haul ke 32 Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (RU) 1 Ganjaran, Gondanglegi Malang di Parit Surabaya, Desa Pasak Kec. Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (29/12/2019).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh para Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Ulum 1 (satu) Malang di antaranya KH Mukhlis Yahya, KH Abdus Syakur dan Dr. KH. Muhammad Adib Mursyid.

Turut hadir pula Syarif Abdullah Alkadrie DPR RI Komisi V, Syarif Amin Assegaf dan Suib yang merupakan DPRD Kalbar serta para alumni dan simpatisan pondok pesantren Raudlatul Ulum Satu Malang.

KH Hanafi Khalil selaku sohibul bait menyampaikan, terselenggara dan suksesnya acara tersebut bukan lah semata karena hasil dari kerja keras para panitia saja.

"Kegiatan ini merupakan kerja sama para peserta yang ikut hadir serta doa dan barokah para pengasuh ponpes Raudlatul Ulum SatuMalang," kata KH Hanafi Khalil di sela sambutannya.

Apresiasi dan dukungan pun disampaikan oleh Ruba'i Aziz sebagai ketua Hisaniyah Kalbar kepada seluruh pihak terutama panitia dalam mensukseskan acara tersebut.

"Ucapan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggaraan yang telah menyukseskan acara serta antusias para alumni dalam menghadiri acara," ujarnya.

Selain itu, Syarif Abdullah Alkadrie menyampaikan rencana program pembangunan jembatan menghubungkan Desa Korek menuju Desa Pasak.

"Semoga pelaksanaan haul selanjutnya dapat meringankan para peserta acara dalam menghadiri ke lokasi acara ini," paparnya.

Di sisi lain, Dr. KH Adib Mursyid memaparkan silsilah sanad keilmuan Pendiri serta Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum Satu Malang.

"KH Yahya Sabrowi berguru kepada KH Khozin Buduran, KH Khozin berguru kepada Syaichona Cholil Bangkalan dan KH Hasyim Asy'ari Pendiri Nahdlatul Ulama," jelas Rektor IAI Al Qolam Malang, Dr. KH Adib Mursyid.

"KH. Khozin Yahya punya guru KH Baidlowi Lasem, KH Baidlowi berguru kepada KH Hasim Asy'ari," lanjutnya.

"KH. Mukhlis Yahya beguru kepada KH Mahrus Ali Lirboyo, KH Mahrus Ali berguru kepada KH Hasyim Asy'ari," imbuhnya.

"KH. Abdus Syakur berguru kepada KH Zaini Paiton Probolinggo, KH Zaini beguru kepada KH Hasyim Asy'ari juga," pungkas Dr. KH Adib Mursyid itu.

Selain memaparkan sanad keilmuan para Pendiri dan Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum Satu Malang, Dr. KH Adib juga menyampaikan metode santri dalam ajaran Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja).

"Pola fikir santri bisa melestarikan ajaran yang sudah menjadi aturan dengan mengikuti perkembangan kondisi yang terbaru,"

Sedangkan dalam Akhlak, lanjut Dr. KH Adib, santri menyikapi permasalahan dalam 4 (empat) hal.

"Pertama, menjaga agama dengan mengamalkan ajaran agama. Kedua, menjaga masyarakat dari kalangan semua agama. Ketiga, menjaga negara dengan mempertahankan kedaulatan negara. Keempat, menjaga lingkungan, sosial dan geologis. Dan bisa disebutkan Hubbul Wathon Minal Iman," ungkapnya.

Acara pun ditutup dengan pembacaan tahlil sekaligus doa bersama yang dibaca oleh KH Mukhlis Yahya. (Holis)

TerPopuler