Fraksi NasDem DPR RI Gelar Diskusi soal Resesi Ekonomi Dunia | Pontianak Satu

Fraksi NasDem DPR RI Gelar Diskusi soal Resesi Ekonomi Dunia

Selasa, 03 Desember 2019, 20.59
Syarif Abdullah Al Kadrie, DPR RI Dapil I Kalimantan Barat
Foto: Syarif Abdullah Al Kadrie, DPR RI Dapil I Kalimantan Barat saat menyampaikan gagasannya pada kegiatan diskusi yang digelar oleh Fraksi NasDem soal Resesi Ekonomi Dunia.
KALBAR SATU - Bank Indonesia optimis prospek ekonomi Indonesia 2020 terjaga dengan momentum pertumbuhan yang tetap berlanjut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diperkirakan meningkat dalam kisaran 5,1 - 5,5 persen. Angka ini masih aman dibanding pertumbuhan ekonomi negara lainnya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat meningkatnya eskalasi perang dagang.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengaku telah menyiapkan langkah antisipatif agar tidak terdampak oleh melemahnya ekonomi global, diantaranya perlu sinergi bauran kebijakan makro-ekonomi dan sistem keuangan, transformasi ekonomi dan sumber daya manusia dengan memperkuat sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru dan inovasi dengan memperkuat ekosistem digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Destry Damayanti dalam Rapat Koordinasi Pimpinan dan Anggota Komisi IV, V, VI dan VII dari Fraksi Nasdem DPR RI mengenai Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek, dan Arah Kebijakan di Gedung Nusantara III DPR RI Senayan, Jakarta.

Hadir juga dalam acara tersebut Rachmat Gobel yang merupakan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang).

Dalam rapat tersebut Wakil Ketua Komisi V, Syarif Abdullah Alkadrie menghimbau masayarakat untuk seharusnya tidak terlalu khawatir, sebab peluang Indonesia jatuh ke dalam perlambatan ekonomi sangat kecil. Sebab, faktor eksternal bukanlah kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk menumbuhkan ekonomi, menurutnya pemerintah harus fokus pada dua komponen PDB yakni konsumsi dan investasi pembangunan infrastruktur.

"Itulah sebabnya Pemerintah harus fokus membangun infrastruktur prioritas yang mampu memberikan daya ungkit pertumbuhan ekonomi, membuka banyak lapangan kerja, membuka kesempatan bertumbuhnya UMKM di daerah, dan menumbuhkan sentra-sentra ‎ekonomi baru yang mampu memberikan nilai tambah b‎agi daerah-daerah di seluruh penjuru tanah air," jelas Legislator Dapil Kalbar I, Syarif Abdullah Al Kadrie.

Selain itu, Syarif berharap kebijakan struktural masih harus terus dibenahi, agar daya tahan ekonomi Indonesia makin kuat. (*)

TerPopuler