DPR RI Yessy Melania Sebut Butuh Pelatihan Khusus untuk Tenaga Penyuluh Pertanian | Pontianak Satu

DPR RI Yessy Melania Sebut Butuh Pelatihan Khusus untuk Tenaga Penyuluh Pertanian

Foto: Yessy Melania (tengah) saat Rakor Evaluasi Upsus dan Sosialisasi Kostrani Provinsi Kalimantan Barat di Aston Pontianak Hotel, Jum'at (20/12/2019).
PONTIANAK SATU - Rapat koordinasi Evaluasi Upsus dan Sosialisasi Kostratani Provinsi Kalimantan Barat, dihadiri Yessy Melania Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Aston Pontianak Hotel, Jum'at (20/12/2019).

Yessy Melania mengapresiasi program kostratani tersebut, bahwa permasalahan dasar adalah mendapatkan dan menyajikan data yang akurat dan valid. Program ini adalah program kementerian pertanian untuk menghidupkan kembali dan menguatkan peran serta kapasitas petugas BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) di tingkat kecamatan.

"Sehingga kita bisa memiliki satu basis data yang benar-benar akurat untuk menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program-program yang tepat sasaran disektor pertanian," ujar anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat itu.

Kondisi penyuluh pertanian lanjut Yessy, di Kalimantan Barat (Kalbar) yang masih harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Masih kurangnya tenaga penyuluh pertanian.

Bisa dibayangkan saja 1 (satu) orang penyuluh masih ada yang harus menaungi 4 hingga 5 desa sekaligus dengan jarak tempuh yang juga jauh antar desanya.

"Bahkan jarak antar desa di kalbar bisa seperti jarak antar kecamatan bahkan antar kabupaten di pulau Jawa," katanya saat Rakor Evaluasi Upsus dan Sosialisasi Kostratani.

Dimusim hujan seperti ini, Yessy Melania menyebutkan, bisa saja terjadi kendaraan roda 2 (dua) yang digunakan tenaga penyuluh tersebut ditinggal di jalan karena terkendala oleh kondisi jalan yang masih cukup parah.

"Perlunya tenaga penyuluh yang kompeten di bidangnya serta pelatihan-pelatihan yang tepat sasaran juga sangat didambakan oleh petani-petani kita. Sekarang petani kita sudah bukan lagi bertani saja melainkan untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarganya saja," papar Yessy Melania.

Yessy pun menekankan untuk membantu negara dalam mewujudkan cita-cita ketahanan pangan secara nasional dan diminta untuk terus berinovatif dan produktif dalam mencipatakan varietas-varieta unggulan.

"Jadi sekali lagi, sangat dbutuhkan tenaga pendamping dan penyuluh yang berkompeten. Petani perlu pelatihan dan pendampingi seperti contohnya bagaimana menciptakan padi bisa panen dalam setahun 3 kali, menanam singkong dalam 1 pohon bisa smpai 50kg," jelasnya.

Yessy Melania juga berharap ada perhatian untuk sarana-prasarana serta fasilitas pendukung untuk kelancaran kerja Balai Penyuluh Pertanian di setiap kecamatan.

"Seperti kendaraan roda 2, komputer, printer bahkan fasilitas internet. Bahkan masih ada beberapa kecamatan yang belum memiliki Kantor BPP," tutup Yessy Melania. (*)

TerPopuler