Refleksi Sumpah Pemuda, Literasi Perahu Berlayar Gelar Dialog Interaktif Bersama Eksponen Reformis 98 | Pontianak Satu

Refleksi Sumpah Pemuda, Literasi Perahu Berlayar Gelar Dialog Interaktif Bersama Eksponen Reformis 98

Jumat, 01 November 2019, 01.33
Foto: Literasi Perahu Berlayar (LPB) Memperingati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
PONTIANAKSATU.ID - Literasi Perahu Berlayar (LPB) Memperingati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Agenda kegiatan berupa Dialog interaktif bertemakan “Memperingati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Sebagai Dasar Lahirnya Semangat Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa” di Cafe Kemang Jl. Reformasi Kota Pontianak, Selasa (29/10/2019).

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah Pergerakan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia

Dengan semangat kebangsaan itulah, LPB mengadakan kegiatan ini, agar pemuda generasi milenial ini dapat meneruskan dan mengambil Peran dan perjuangan para pemuda pada waktu itu Dengan Nilai-nilai nasionalis Pergerakan kebangsaan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Mathias C.T selaku Ketua Literasi Perahu Berlayar. Mathias mengatakan bahwa Negara kita ini bukanlah milik Satu golongan saja namun Negara kita ini milik kita semua sebagai anak bangsa yang mau memperjuangkan kemerdekaan serta berperan dalam pergerakan pemuda hari ini.

"Mari kita rebut kembali persatuan dan kesatuan di mana para anak muda bersatu dengan tujuan yang sama di barisan terdepan dalam mengawal NKRI rumah kita bersama tanpa melihat latar belakang Agama, Ras, suku, bahasa dan lainnya," katanya.

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber, Syafarudin Usman, M.Pd Ketua Ahli Sejarahwan Prov. Kalimantan Barat , dan Dr. Erdi Abidin, M.Si Akademisi Universitas Tanjungpura, Ireng Maulana, M.Si, serta Gregorius Kabuta mewakili kalangan pemuda

Pak Syafarudin Usman menjelaskan bahwa pemuda harus mengetahui sejarah perjuangan-perjuangan pemuda Kalimantan Barat, di balik Kemerdekaan Indonesia pemuda Kalimantan Barat.

"Pada waktu itu sangat berperan besar di mana ada 11 tokoh muda berjuang yang berasal dari Kalimantan Barat salah satunya adalah Jeranding Abdurrahman Sawang lahir 20 Oktober 1920. Ambalau, Sintang, meninggal 7 April 1970 (umur 49)," ujarnya.

Gregorius Kabuta juga memaparkan, perlunya peran mahasiswa maupun pemuda dalam era modernisasi untuk mengambil peran aktif mencintai Tanah Air.

"Sebagai anak bangsa yang menjadi agen of change dan akan membawa indonesia lebih baik di era modern tetap menanamkan nilai-nilai nasionalis dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya. Wartawarga

TerPopuler