Ketua Kopri Kubu Raya: Bukan Zamannya Perempuan Hanya Bisa di Dapur dan Kasur | Pontianak Satu

Ketua Kopri Kubu Raya: Bukan Zamannya Perempuan Hanya Bisa di Dapur dan Kasur

Sabtu, 30 November 2019, 19.09
Foto: Hari lahir Kopri ke 52 dan Maulid Nabi Muhammad diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Kopri PMII Kubu Raya.
KALBAR SATU - Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kubu Raya, menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Kopri PMII yang ke 52 di Sekretariat bersama PCNU Kubu Raya, Jum'at (29/11/2019).

Kegiatan tersebut mengangkat tema Menjadikan Nabi Muhammad, SAW sebagai Suri Tauladan dan Meningkatkan Peran Perempuan di Masa Mendatang.

Acara yang dihadiri oleh ketua PCNU Kubu Raya KH. Abdussalam, M.Si, ketua cabang PMII KKR Ismail, S.AP, ketua Kopri cabang PMII Pontianak Umi Tri Utami dan kader PMII se Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Ketua Kopri PMII Kabupaten Kubu Raya (KKR) Maryunah menyampaikan, pentingnya peran perempuan dalam memajukan bangsa dan negara.

"Sudah zamannya perempuan bisa berkarir sama dengan siapapun tanpa memandang status gender. Bukan zamanya perempuan hanya bisa di dapur dan kasur, tapi perempuan juga bisa melakukan sesuatu yang hebat untuk kemajuan bangsa dan negara," katanya di sela-sela sambutan.

Di hari lahir (harlah) Kopri PMII ke 52 tahun ini, harapan saya kedepan bisa melahirkan kader Kopri PMII KKR sebagai aktivis muda perempuan yang mampu memperjuangkan hak-hak perempuan dan memerangi diskrimininasi yang hari ini masih terjadi terhadap perempuan di dunia.

"Saya berkomitmen akan selalu mendorong dinas terkait di KKR untuk berdayakan perempuan, agar dapat mencetak generasi cerdas untuk bangsa," ujar Maryunah.

Aktivis muda perempuan Kalimantan Barat, Putriana berpesan bahwa kader PMII baik yang putra maupun yang putri harus meneladani ketauladanan Nabi Muhammad.

"Dalam mal memuliakan hingga memberikan kebebasan kepada perempuan, apalagi harlah Kopri kali ini bertepatan dengan bulan kelahirannya Nabi Muhammad," imbuh Putriana.

Kedepannya, lanjut Putrianan, kaum perempuan khususnya kader-kader putri yang ada di PMII harus menjadi perempuan hebat.

"Seperti kaum perempuan di sekeliling Nabi kita, di antaranya Siti Khadijah dan Siti Aisyah," lanjutnya.

Sementara sekretaris Kopri Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalbar, Rika Artika, S.AP dalam sambutanya menyampaikan bahwa hari lahir Kopri bertepatan dengan bulan yang sangat agung yaitu Maulidun Nabi Muhammad saw.

"Yang paling kita syukuri dan tidak boleh kita lupakan adalah lahirnya Nabi Muhammad, menjadi penyelamat kaum perempuan karena berkat beliau perempuan bisa dihormati dan dihargai dengan bisa berkiprah di luar rumah dan bisa menjadi wanita karier," papar Rika.

Diumur Kopri yang ke 52 tahun menandakan bahwa progresifitas gerakan Kopri di dalam mengawal isu ketidakadilan, isu diskriminatif dan isu yang tidak berpihak pada perempuan sangat signifikan.

"Isu-isu itulah yang selama ini Kopri kawal baik di level pusat hingga daerah maupun kabupaten/kota," jelas Rika.

Kopri harus memastikan, tambah Rika, bahwa ketimpangan gender, diskriminatif.

"Sangat jelas merugikan perempuan tidak lagi dirasakan oleh perempuan di seluruh Indonesia bahkan dunia," ungkapnya.

TerPopuler