Kasus Korupsi Fakultas Kedokteran Untan, Kejari Pontianak Tetapkan Satu Tersangka | Pontianak Satu

Kasus Korupsi Fakultas Kedokteran Untan, Kejari Pontianak Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 06 November 2019, 15.17
Foto: Kasipidsus Kejari Pontianak, Juliantoro SH. (Image/Tribun Pontianak)
PONTIANAKSATU.ID - Kejaksaan Negeri Pontianak telah menetapkan satu nama tersangka dalam kasus perkara rekening dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang melibatkan oknum pejabat bank di Kalbar.

Seperti yang dilansir oleh Tribun Pontianak, hal itu diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro. Ia mengatakan, tersangka berinisial FF tersebut merupakan pegawai bank yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihaknya.

"Untuk perkara rekening dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan sudah sampai tahap pemeriksaan tersangka atas nama FF," katanya, Rabu, (06/11/2019).

Juliantoro mengatakan, dalam pemeriksaan tersangka FF, yang bersangkutan belum didampingi oleh penasehat hukum, meskipun komunikasi dengan penasehat hukum tersangka sudah dari jauh hari dilakukan oleh pihaknya.

"Untuk itu kita masih berikan kesempatan kepada tersangka untuk menunjuk sendiri penasehat hukumnya pada pemeriksaan selanjutnya Senin depan. Apabila tidak menunjuk penasehat sendiri, maka penyidik kejaksaan akan menunjuk penasehat hukum yang akan mendampingi tersangka dalam pemeriksaan di tahap penyidikan," paparnya.

penanganan perkara lanjut Juliantoro, korupsi ini atas tersangka FF dengan objek yang sama, saat ini juga sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik Polda Kalbar.

Seperti diketahui, Kejari Pontianak saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap seorang oknum pejabat bank yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan dana bantuan keuangan, atau bantuan sosial pada dewan pembina Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Kasus penyelidikan tersebut bermula saat dari tugas dan kewenangan dasar sebagai eksekutor dalam penanganan perkara korupsi.

Khususnya dalam hal ini adalah penanganan perkara atau eksekusi dalam perkara atas nama terpidana Zulfadhli, di mana sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) ada barang bukti berupa uang sebesar Rp 1,2 miliar yang harus dikembalikan kepada Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan.

TerPopuler