Edi Rusdi Kamtono Besuk Petugas Dinsos Pontianak Korban Penusukan Orang Gila | Pontianak Satu

Edi Rusdi Kamtono Besuk Petugas Dinsos Pontianak Korban Penusukan Orang Gila

Jumat, 08 November 2019, 00.39
Foto: Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kamis, membesuk Hasan, petugas Dinas Sosial korban penusukan orang dengan gangguan jiwa di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie.(Image/antaranews.com).
PONTIANAKSATU.ID - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kamis, (07/11/2019) membesuk Hasan, petugas Dinas Sosial (Dinsos) yang menjadi korban penusukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kini dirawat di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA).

Seperti yang dirilis antaranews.com, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono didampingi istri, Yanieta Arbiastutie Kamtono, membesuk Hasan untuk melihat kondisinya di Ruang Melati RSUD SSMA Kota Pontianak.

"Setelah kita besuk tadi, kondisi korban mulai stabil dan saat ini Hasan dalam tahap pemulihan," kata Edi Rusdi Kamtono seusai membesuk korban yang merupakan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Dinsos Kota Pontianak.

Edi menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika Hasan mendapat laporan dari keluarga ODGJ dan yang bersangkutan langsung bergerak menuju ke rumah tersebut.

Namun tanpa diduga, saat berusaha mengamankan ODGJ, Hasan malah menjadi korban penusukan oleh ODGJ hingga mengalami luka robek akibat senjata tajam.

"Kalau dilihat dari kondisi fisiknya saat ini sudah mulai membaik, ada delapan jahitan di bagian dalam dan di bagian luar enam jahitan," papar Edi Rusdi Kamtono.

Diakuinya, memang selama ini petugas Dinsos bergerak cepat menangani warga yang terkategori ODGJ atas laporan dari pihak keluarga. Namun, menghadapi ODGJ memang tidak bisa ditebak reaksinya.

"Apalagi yang dihadapi petugas saat itu orangnya reaktif dan memegang senjata tajam sehingga petugas menjadi korban," kata Edi Rusdi Kamtono.

Ke depannya lanjut nomor satu di Kota Pontianak itu, seluruh petugas diminta lebih berhati-hati dalam menangani ODGJ.

"Artinya, mereka harus didukung juga dari kepolisian serta memperhatikan situasi dan kondisi orang yang ditangani," lanjutnya.

Ia menambahkan seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemkot Pontianak.

"Kita akan tanggung seluruh biaya pengobatan Hasan karena ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Pontianak ketika dia menjalankan tugas mulia," pungkasnya.

TerPopuler