DPRD Pontianak Lutfi Al Mutahar Punya Usulan Cegah Banjir Berkelanjutan | Pontianak Satu

DPRD Pontianak Lutfi Al Mutahar Punya Usulan Cegah Banjir Berkelanjutan

Selasa, 26 November 2019, 17.42
Foto: Hampir sebagian ruas jalan masih tergenang banjir hingga sore hari, di Jalan Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/11/2019). Hampir di seluruh wilayah Kota Pontianak mengalami banjir usai diguyur hujan pada Sabtu kemarin. - (Image/Tribun Pontianak)
PONTIANAK SATU - Satu diantara Anggota DPRD Kota Pontianak, Lutfi Al Mutahar menilai banyak faktor yang menyebabkan terjadinya genangan air ataupun banjir di Kota Pontianak.

Dirilis Tribun Pontianak, selain dari akibat hujan yang cukup deras, drainase yang ada saat ini dinilainya belum terlalu baik, baik dari sisi volume drainase maupun posisinya yang rendah.

"Pontianak ini memang dikenal kota yang memiliki banyak sungai atau lebih dikenal dengan parit, namun kondisinya saat ini sudah banyak yang tertutup atau mengalami pendangkalan, wajar jika tidak bisa menampung dan menyalurkan debit air dalam jumlah besar," ujarnya, Senin (25/11/2019).

Terlebih, kata dia, Pontianak berada di pesisir dengan posisi yang rendah, sehingga aliran air hujan akan tertahan oleh air laut.

Termasuk Sungai Kapuas saat ini juga kondisinya sudah sangat dangkal karena endapan lumpur dan pelapukan yang hanyut dari hulu.

"Banjir yang masih terjadi di kota Pontianak ini bukan hanya menjadi persoalan pemerintah kota Pontianak saja, namun menjadi tanggungjawab bersama, mulai dari pemerintah Provinsi Kalbar maupun pemerintah Pusat," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap persoalan banjir di Kota Pontianak jangan menjadi momen untuk saling melempar masalah

"Baiknya kita duduk bersama, cari ahli-ahli yang bisa memetakan persoalan ini baru kita buat Rencana Tata Ruang Wilayah yang berkelanjutan, sehingga pengerjaannya tidak hari ini dikerjakan besok dibongkar lagi, coba buat masterplan tata ruang untuk puluhan tahun kedepan, sehingga tidak itu-itu saja yang dikerjakan," ungkapnya.

Bagaimanapun, lanjut Lutfi, yang menjadi korban ialah masyarakat, karena banyak kerugian yang ditimbulkan, baik secara ekonomi hingga ancaman kesehatan.

TerPopuler