Dijemput di Semarang, Mantan Ketua DPRD Ketapang Ditahan di Pontianak | Pontianak Satu

Dijemput di Semarang, Mantan Ketua DPRD Ketapang Ditahan di Pontianak

Foto: Hadi Mulyono Upas saat diamankan di Rutan Kelas II Pontianak, - (Image/Prokal.co)
PONTIANAKSATU.ID - Bertahan di Semarang, membuat Kejaksaan Negeri Ketapang tak berhasil menahan Hadi Mulyono Upas yang merupakan mantan Ketua DPRD Ketapang dan juga tersangka gratifikasi, akhirnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat turun tangan.

"Dia sudah kita tahan di Rutan Kelas II A Pontianak. Usai pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Pontianak," ujar Kasi Penkum Kejati Kalbar Panja Edi Setiawan yang dikonfirmasi Rakyat Kalbar, Selasa, (19/11/2019).

Hadi Mulyono langsung dijemput aparat Kejati Kalimantan Barat (Kalbar) di Semarang. Setiba di Pontianak langsung diperiksa usai menjalani serangkaian pemeriksaan kemudian ditahan.

Tersangka gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang dana aspirasi Dewan TA 2017-2018 itu kata Panca diamankan di Semarang, setelah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

Sebelumnya, Kejari Ketapang melakukan tahap dua alias penyerahan barang bukti beserta tersangka, dari Jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum. Penyerahan dilakukan di Pontianak, di Kantor Kejati Kalbar.

Kajari Ketapang, Dharmabella Tymbasz melalui Kasi Intel Agus Supriyanto saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah menyerahkan Hadi Mulyono.

"Kemarin (Senin, 18/11/2019) tim penyidik Kejari Ketapang menjemput tersangka di kediamannya di Semarang. Dan hari ini langsung kita bawa ke Pontianak," jelasnya.

Kejari Ketapang mengatakan proses tahap dua baru bisa dilakukan sekarang, lantaran tersangka masih dalam keadaan sakit.

Tak ingin berlama-lama, tim berangkat ke Semarang dan menjemput HMU di rumahnya. Tersangka dibawa ke Rumah Sakit di Semarang, yang menyatakan dalam keadaan sehat.

"Tadi sebelum ditahan di Rutan tersangka juga sudah diperiksa di rumah sakit. Tersangka dinyatakan dalam kondisi sehat sehingga langsung dibawa ke Rutan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kejari Ketapang,” tambah Agus.

Dalam surat perintah penahanan, Hadi Mulyono ditahan sejak 19 November 2019 untuk masa penahanan 20 hari. Masa penahanan itu dapat diperpanjang untuk melakukan pemberkasan.

“Setelah tahap dua ini, secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ungkap Agus.

TerPopuler