Update! Jadwal Pendaftaran CPNS, Kalbar Rekrut 3.173 CPNS | Pontianak Satu

Update! Jadwal Pendaftaran CPNS, Kalbar Rekrut 3.173 CPNS

Sabtu, 19 Oktober 2019, 13.25
Foto: Update Pendaftaran CPNS, Kalbar Rekrut 3.173 CPNS Mulai November 2019 - (Image/Radar Cirebon)
PONTIANAKSATU.ID - Pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar, termasuk Pemprov Kalbar akan merekrut Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada Oktober-November 2019 ini.

Total, ada 3.173 CPNS yang akan direkrut di 13 kabupaten/kota se-Kalbar. Kepastian ini disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Ia memastikan Pemprov Kalbar akan membuka pendaftaran CPNS 2019. Pernyataan Midji seiring dengan pernyataan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang akan membuka sebanyak 197.117 formasi CPNS se-Indonesia.

Sutarmidji menjelaskan berdasarkan Kemenpan-RB Nomor 314 Tahun 2019 sudah ditetapkan untuk kuota CPNS Kalbar sebanyak 349 orang.

"Tahun ini Provinsi Kalbar mendapatkan kuota 349 orang," katanya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (18/10/2019).

Dari jumlah tersebut kuota bagi tenaga pendidik dan kesehatan mendominasi dan sisanya adalah tenaga teknis lainnya. Kemudian Kalbar pada 2019 hanya mendapat kuota untuk CPNS dan tidak mendapatkan kuota untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Pada tahun 2019 pemerintah hanya menyiapkan formasi untuk CPNS, sementara P3K akan dibuka pada tahun 2020 mendatang," ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kalbar Ani Sopyan menjelaskan, pemerintah pusat telah mengeluarkan pengumuman terkait penerimaan CPNS 2019.

Awalnya diumumkan akan dibuka formasi untuk CPNS dan P3K, tapi menurut Ani Sopyan pemerintah pusat hanya membuka kuota CPNS. Sedangkan untuk P3K akan dibuka pada tahun 2020 mendatang.

"Tahun ini Kalbar hanya mendapatkan kuota CPNS, sedangkan P3K akan dibuka pada 2020 mendatang, tapi berapa kuotanya belum ditentukan," papar Ani Sofyan saat diwawancarai, Jumat (18/10/2019).

Formasi CPNS bagi Pemprov Kalbar mendpaat jatah kuota 349 formasi. Terdiri dari formasi guru 178, formasi untuk tenaga kesehatan 58 dan formasi untuk tenaga teknis lainnya 113.

Sedangkan formasi CPNS se-Kalbar, termasuk di kabupaten dan kota, berdasarkan data yang disampaikan BKPSDM Kalbar, sebanyak 3.173 formasi. Jumlah ini belum termasuk Kubu Raya, yang belum diketahui datanya.

"Saat ini tinggal Kubu Raya yang belum masuk datanya dan untuk kuota keseluruhan dari 13 kabupaten/kota dan provinsi berjumlah 3.173," tambahnya.

Ani mengatakan, sistem seleksi penerimaan CPNS sama seperti sebelumnya, menggunakan sistem CAT. Kemudian pengumuman resmi akan dilaksanakan setelah pelantikan Presiden Republik Indonesia.

"Dilanjutkan pada bulan 11 nanti pendaftaran, serta pengumuman hasil seleksi administrasi, serta pada tahun 2020 bulan Januari ada masa sanggah," ujarnya.

Masa sanggah ini bermaksud apabila ada dari pelamar yang merasa tidak puas terhadap persyaratan yang disampaikan pada panitia. Setelah itu, baru diumumkan tes kompetensi dasar serta pengumuman hasilnya.

Selanjutnya bagi yang dinyatakan lulus kompetensi dasar akan mengikuti seleksi kompetensi bidang yang akan dilaksanakan pada bulan Maret.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Singkawang, Zulhiar beserta jajarannya, mengaku sedang berada di Jakarta untuk urusan penerimaan CPNS 2019.

Berdasarkan data dari BKPSDM Kalbar, Pemkot Singkawang mendapatkan kuota sebanyak 146 formasi.

"Kami masih di Jakarta ngurusnye," jawab Zulhiar, singkat.

Demikian halnya dengan Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Palentinus, belum dapat memberikan banyak informasi terkait pendaftaran CPNS untuk Pemkab Sintang tahun ini.

Palentinus mengatakan, rencananya Selasa depan akan ke Pontianak untuk berkoordinasi dengan BKPSDM Provinsi Kalbar mengenai kuota CPNS.

"Sabar ya, saya belum lapor dengan Sekda dan Pak Bupati. Karena hari Selasa masih ada pertemuan dengan BKD provinsi untuk menyamakan persepsi terkait pengumuman (perekrutan) CPNS nanti," ujar Palentinus.

Sebanyak 197.117 formasi dibuka dalam rekrutmen CPNS 2019 untuk tingkat pusat dan daerah. Adapun rinciannya, untuk instansi pusat sebanyak 37.854 formasi meliputi 74 kementerian/lembaga.

Sedangkan, untuk instansi daerah terdapat 159.257 formasi meliputi 467 pemerintahan daerah. Dalam siaran persnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut ada dua formasi yang dibuka, yakni formasi umum dan formasi khusus.

Formasi khusus tersebut ditujukan bagi lulusan cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis di pusat. Dikutip dari video resmi yang dirilis BKN melalui akun YouTube BKN, ada empat formasi dengan alokasi kursi terbesar pada CPNS 2019.

Pertama, guru sebanyak lebih dari 63.000 formasi. Kedua, tenaga kesehatan seperti bidan, dokter, dokter gigi, perawat, dan sebagainya tersedia sekitar 31.000 formasi. Ketiga, tenaga teknis fungsional sekitar 23.000 formasi. Keempat, formasi untuk tenaga teknis lainnya sebanyak 28.000.

"Untuk pengumuman pendaftaran dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2019," bunyi siaran pers tersebut, sebagaimana dikutip pada Jumat, (18/10/2019).

Pengumuman itu akan diawali dengan penetapan formasi CPNS 2019 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Pengumuman pendaftaran akan dilanjutkan dengan pembukaan registrasi online pada November 2019.

Sementara pengumuman hasil seleksi administrasi diagendakan pada Desember 2019. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Januari 2020 dan diikuti dengan pelaksanaan SKD pada Februari 2020.

Hasil SKD dijadwalkan pada Maret 2020 diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sementara integrasi kedua hasil seleksi dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020.

Seleksi CPNS tahun ini menggunakan portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN), sscasn.bkn.go.id. Pelaksanaan seleksi tetap sama dengan yang tahun sebelumnya, yaitu berbasis komputer atau Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Rencananya, jadwal dan tahapan seleksi CPNS 2019 akan dimulai akhir Oktober 2019 dan berlangsung hingga April 2020. Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, infrastruktur SSCASN dan CAT BKN dipastikan telah siap. "BKN telah menyiapkan infrastruktur portal SSCASN dan pelaksanaan seleksi berbasis CAT BKN sebagai tools utama yang akan digunakan dalam rekrutmen CPNS tahun 2019," kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, tahun ini BKN mengawal rekrutmen CPNS 2019 yang akan membuka formasi sebanyak 197.117.

"Instansi pusat 37.854 formasi (74 kementerian/lembaga) dan instansi daerah 159.257 formasi (467 pemda)," ujar dia.

Informasi terakhir yang dirilis BKN, serangkaian pelaksanaan CPNS 2019 akan berlangsung lintas tahun atau hingga 2020. Peserta CPNS yang berminat mengikuti rekrutmen CPNS tahun ini, diwajibkan mendaftarkan diri ke portal SSCASN menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

"Silakan calon pelamar memastikan kedua data tersebut telah sesuai dengan data kependudukan di Dirjen Dukcapil Pusat sebelum melakukan pendaftaran," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, pengumuman pendaftaran direncanakan berlangsung pada akhir Oktober hingga November 2019.

"Diawali dengan penetapan formasi CPNS 2019 kepada kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Penyerahan formasi telah berlangsung pada Kamis, (17/10/2019) di Jakarta," jelasnya.

Setelah pengumuman pendaftaran, akan dilanjutkan dengan pembukaan registrasi daring secara online pada November 2019. Pada Desember 2019, akan diumumkan hasil seleksi administrasi.

"Dilanjutkan dengan pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Januari 2020 dan diikuti dengan pelaksanaan SKD pada Februari 2020," kata dia.

Hasil SKD akan diumumkan pada Maret 2020 diikuti dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Integrasi hasil seleksi SKD dan SKB dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020.

Ridwan mengatakan, pengumuman penerimaan resmi akan dipublikasikan di website dan media sosial instansi penerima formasi dan juga portal SSCASN.

"Sebelum pengumuman pendaftaran daring dibuka secara resmi pada bulan November, portal SSCASN belum dapat diakses," ungkapnya.

TerPopuler