Musdes Tebang Kacang Pertama Kali Dilakukan BPD | Pontianak Satu

Musdes Tebang Kacang Pertama Kali Dilakukan BPD

Rabu, 02 Oktober 2019, 15.03
Foto: Ketua BPD Tebang Kacang Mustain, saat sambutan Musdes, Senin (30/09/2018).
PONTIANAKSATU.ID - Badan permusyawaratan Desa (BPD) dan pemerintahan Desa Tebang Kacang melakukan Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan RKPDes tahun anggaran 2020 Desa Tebang Kacang, Senin (30/09/2019).

Kegiatan tersebut baru pertama kalinya BPD sebagai pelaksana. Sebelumnya dilaksanakan oleh pemerintahan desa. Dalam sambutannya Mustain Billah sebagai ketua BPD mengatakan.

"Musdes ini adalah kali pertama dilaksakan oleh BPD, yang mana sebelumnya dilaksanakan oleh pemerintahan desa," jelasnya.

Pejalanan panjang dalam memperjuangkan kegiatan Musdes yang  dilakukan BPD untuk memperjuangkan kegiatan ini, agar bisa terlaksana oleh BPD.

"Alhamdulillah setelah koordinasi bersama kepala desa, dan menyetujui apa yang kami perjuangkan. Sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Kami sangat berterima kasih kepada kepala desa karena sudah memfasilitasi kegiatan ini," lanjut Mustain.

Pesan Mustain kepada peserta untuk memanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan Musdes.

"Kami berharap kepada semua peserta jangan sia-siakan kegiatan ini, manfaatkan dengan baik, karena semua yang dirumuskan dalam Musdes ini akan menjadi acuan dalam menyusun APBDes di tahun anggaran 2020," harapnya.

Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) adalah penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang dirumuskan dalam 6 tahun sekali.

Hasil dari penyusunan RKPDes tersebut, lanjut Mustain, yang kemudian menjadi dasar dari penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sehingga penyusunan RKPDes itu tidak boleh sembarangan. Serta harus sesuai dengan peraturan Menteri Desa, pembangun daerah tertinggal, dan transmigrasi republik Indonesia nomor 2 tahun 2015.

"Di dalam pasal 2 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa Musdes itu dilakukan untuk menyepakati hal yang bersifat strategis yang mana isinya adalah; penataan, perencanaan, kerjasama, rencana investasi, membentuk BUMdes dan penambahan serta pelepasan aset desa, makanya rumusan penyusunan RKPDes itu harus berdasarkan dari hasil kesepakatan Musdes," jelasnya.

Semua usulan yang dibahas di Musdes tersebut, Mustain selaku Ketua BPD Tebang Kacang akan memperjuangkan agar bisa masuk di APBDes tahun anggaran 2020.

"Dalam waktu dekat, kami akan memperkuat lembaga-lembaga kemasyarakatan baik itu pemberdayaan maupun pembinaan termasuk Karang Taruna, PKK, PAUD, Posyandu, dan BUMDesa," tambah Mustain.

Sufiansyah selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Tebang Kacang membenarkan apa yang disampaikan panitia pelaksana Musyawarah Desa (Musdes).

"Musdes kali ini, adalah Musdes pertama kalinya yang dilaksanakan oleh BPD. Dulu-dulunya langsung dilaksanakan oleh pemerintahan desa (kepala desa). Kita patut bersyukur SDM kita sudah ada peningkatan," paparnya.

"Namun sebelum saya masuk kepada sambutan, saya ingin sampaikan permintaan maaf dari kepala desa karena tidak bisa menghadiri acara ini, beliau sedang sakit," katanya.

"Acara Musdes dibuka langsung oleh Sekretaris desa, mari kita kawal betul acara ini semua aspirasi masyarakat mudah-mudahan bisa dimasukan dalam APBDes tahun anggaran 2020," tuturnya.

Acara tersebut dihadiri dari berbagai elemen masyarakat desa tebang kacang dan instansi terkait.

"Alhamdulillah semua undangan yang kami sebarkan mendapat respon yang baik dari warga mereka hadir semua," ujarnya.

Termasuk pihak ketiga desa (perusahaan BSL), kepala puskesmas sungai durian, pendamping BRG, PPL, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Gapoktan, kepala Dusun, ketua RT/RW, kepala PAUD, TPA, perwakilan kader Posyandu, majelis taklim, takmir masjid dan tokoh masyarakat yang ada di desa Tebang Kacang.

"Namun ada juga pihak ketiga yang tidak hadir seperti PT. BAS dan Pundi, akan kami tindak lanjuti atas ketidakhadirannya," tegasnya. (*)

TerPopuler