DPR RI Dapil Kalbar, Syarif Abdullah Al Qadrie Optimalkan Rumah Aspirasi | Pontianak Satu

DPR RI Dapil Kalbar, Syarif Abdullah Al Qadrie Optimalkan Rumah Aspirasi

Selasa, 08 Oktober 2019, 13.25
Foto: Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar, Syarif Abdullah Al-Qadrie
PONTIANAKSATU.ID - Menjaga hubungan dan menyerap aspirasi konstituen dilakukan oleh wakil rakyat dengan dibentuk rumah aspirasi. Hal ini juga telah dilakukan oleh Anggota DPR RI dua periode dari Kalimanagn Barat, Syarif Abdullah Al-Qadrie.

"Kalau rumah aspirasi berlaku sepanjangnya, artinya tidak hanya dekat pemilu, inikan bentuk perpanjangan tangan saya dengan konstituen, maka rumah aspirasi tetap ada," kata Syarif Abdullah Al-Qadrie, Senin (07/10/2019).

"Saya membuat rumah aspirasi bukan hanya sebatas pemilu, namun sebelum pemilu, sejak saya terpilih, setahun kemudian sudah ada rumah aspirasi saya di Imam Bonjol itu," ujarnya.

Diterangkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Kalbar, hal ini lantaran ia tidak setiap saat bertemu masyarakat.

"Saya tidak setiap saat bertemu dengan masyarakat, mungkin dengan adanya rumah aspirasi, mereka bisa menyampaikan di situ. Sehingga dapat optimal menyerap aspirasi masyarakat," tembahnya.

Berjalan diperiode kedua, Sy Dul menerangkan jika penyampaikan aspirasi tak hanya melalui rumah aspirasi, namun juga berbagai platform media hingga bertemu langsung.

"Ya banyak juga, namunkan aspirasi tidak sebatas di situ, ada yang langsung ke rumah saya, ada yang ke DPW NasDem, ada saat saya reses, artinya cukup banyak yang disampaikan masyarakat Kalbar berkaitan dengan itu," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, aspirasi terkait pemerintah pusat ia perjuangkan melalui lembaga dan kementerian, sesuai kapasitasnya sebagai anggota DPR. Walaupun diakui Syarif Abdullah, untuk sekarang pembagian komisi masih dibahas NasDem.

"Belum, sedang menata pembagian komisi. Kalau saya dimanapun terserah, itu tergantung partai yang menempatkan sesuai dengan kapasitas," terangnya.

Namun ditegaskannya, komunikasi harus dimaksimalkan dengan masyarakat baik melalui media maupun rumah aspirasi untuk diperjuangkan kemudian di parlemen.

"Rumah aspirasi salah satu saluran, namun handphone saya juga terbuka, setiap saat ada yang menghubungi melalu handphone atau medsos, tidak ada yang saya batasi," tukasnya.

Sumber: tribunpontianak.co.id

TerPopuler