Wali Kota Pontianak Cabut Kebijakan Transaksi BBM Non Tunai | Pontianak Satu

Wali Kota Pontianak Cabut Kebijakan Transaksi BBM Non Tunai

Kamis, 05 September 2019, 00.24
Foto: Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat konferensi pers implementasi BBM non-tunai Kota Pontianak di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar. (Image: Tribun Pontianak)
PONTIANAKSATU.ID - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membatalkan kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Tunai di SPBU, Rabu (04/09/2019).

Hal ini buntut dari ujicoba penerapan pembelian semua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) secara non tunai di SPBU pada hari Minggu (1/9/2019) lalu.

Pada penerapannya, muncul gejolak baru di tengah masyarakat Pontianak. Bagaimana tidak, banyak warga yang sudah mengantre namun ketika sampai dipengisian tidak dilayani karena tidak mempunyai cashless atau masih belanja konvensional.

Melihat gejolak yang ada, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (ERKA) kembali mengambil sikap agar kegaduhan di masyarakat tidak berlanjut.

Awalnya Pemkot Pontianak bersama stakeholder terkait telah menentukan tahapan-tahapan penerapan pembelian BBM Non Tunai.

Untuk tahap I di bulan September 2019 berlaku setiap hari Minggu saja. Kemudian tahap II bulan Oktober 2019 berlaku setiap hari  Minggu dan Selasa. Selanjutnya, tahap III di bulan November 2019 berlaku setiap Minggu, Selasa dan Kamis Terakhir tahap IV bulan Desember 2019 dan selanjutnya mulai diberlakukan setiap hari

Namun saat uji pertama pada tahap pertama kebijakan ini mendapatkan respon tidak baik dari masyarakat. Banyak mereka menolak dan menentang karena tidak bisa membeli BBM secara tunai.

Sebetulnya penerapan pembelian BBM non tunai sudah diberlakukan di Pontianak sejak beberapa tahun terakhir khusus untuk jenis premium dan kali ini diterapkan untuk semua. Akibatnya, terjadi protes dan gejolak di masyarakat membuat wali kota kembali menganulir keputusan yang ada.  

"Pontianak go cashless ini sebetulnya sejak 2017, ini merupakan program pemerintah pusat dalam gerakan non tunai Indonesia. Program ini di inisasi oleh Bank Indonesia dan perbankan di Kota Pontianak. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar bisa menggunakan non tunai," ucap Edi Kamtono,  Rabu (04/09/2019).

Ia menceritakan kegaduhan di masyarakat bermula pada hari Minggu lalu tanggal 1 September 2019 diupayakan uji coba oleh pemerintah.

"Sebenarnya tidak wajib bagi masyarakat yang belum memiliki kartu, namun operator di lapangan menyampaikan keharusan sehingga menjadi kendala di lapangan," ucap Edi menyebut bahwa ada salah pengertian dari operator SPBU di lapangan sehingga membuat masyarakat gaduh.

Berdasarkan hasil evaluasi pihaknya bersama Pertamina dan stakeholder terkait, setelah diuji coba diputuskan pembayaran di SPBU normal kembali dengan pembayaran menggunakan cashless dan tunai.

"Pembayaran juga bisa menggunakan aplikasi link aja. Kita tidak ingin menyusahkan masyarakat dan diharapkan perbankan memberikan bonus seperti kartu gratis dan door prize," jelasnya.

Menurut Edi, kartu ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Di antaranya kartu ini lebih praktis, aman dan lebih efisien dari sisi percetakan. Namun kartu ini akan lemah dari sisi jaringan dan kendala lainnya.

Padahal sebelumnya, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan pihaknya secara bertahap akan menerapkan sistem pembayaran non tunai pada setiap transaksi pembelian seluruh jenis bahan bakar minya (BBM) di seluruh SPBU di Kota Pontianak.

"Kita akan gencar mensosialisasikannya secara masif, baik melalui media massa, media sosial maupun secara langsung," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat konferensi pers implementasi BBM non tunai Kota Pontianak di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Rabu (21/8).

Ia menerangkan agar masyarakat terbiasa terhadap kebijakan ini, penerapan pembelian cashless atau non tunai akan diberlakukan secara bertahap. Dijelaskannya, untuk tahap I di bulan September 2019 berlaku setiap hari Minggu. Kemudian tahap II bulan Oktober 2019 berlaku setiap hari Selasa dan Minggu.

Selanjutnya, tahap III di bulan November 2019 berlaku setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu. Terakhir tahap IV bulan Desember 2019 dan selanjutnya mulai diberlakukan setiap hari.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Pontianak, PT Pertamina dan Bank Indonesia meminta kerjasama, dukungan dan partisipasi seluruh pihak dan segenap masyarakat Kota Pontianak untuk menyukseskan penerapan pembelian BBM secara non tunai atau cashless.

"Dengan program cashless ini juga lebih memudahkan masyarakat untuk bertransaksi," ujarnya.

Program cashless itu merupakan bagian salah satu agenda prioritas Kota Pontianak dalam mewujudkan Smart City.

Sumber: pontianak.tribunnews.com

TerPopuler