Ribuan Telur Bisa Berdiri di Kulminasi Matahari Pontianak | Pontianak Satu

Ribuan Telur Bisa Berdiri di Kulminasi Matahari Pontianak

Kamis, 26 September 2019, 00.27
Foto: Ribuan Telur Bisa Berdiri di Kulminasi Matahari Pontianak, (Image/Dok Pemkot Pontianak)
PONTIANAKSATU.ID - Sebanyak 1.120 telur berdiri tegak dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Jumlah ini berhasil mengalahkan rekor sebelumnya dari Medan sebanyak 999 telur.

Pemecahan rekor ini merupakan rangkaian Kulminasi Matahari yang digelar di Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (22/09/2019).

Fenomena alam yang terjadi dua kali dalam setahun ini disaksikan oleh ratusan orang, di mana matahari tepat berada di garis Khatulistiwa dan tanpa bayangan.

Para peserta Pontianak International Dragon Boat (PIDB) dan Khatulistiwa Run juga turut meramaikan event tersebut.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap penyelenggaraan Pesona Kulminasi Matahari semakin tahun dikemas semakin menarik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus berinovasi dengan menciptakan kreativitas memanfaatkan potensi Tugu Khatulistiwa.

"Pesona kulminasi akan dijadikan sport tourism dan budaya sehingga banyak turis yang datang maupun domestik," kata Edi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (22/9/2019) sore.

Namun sangat disayangkannya, kondisi cuaca yang diselimuti asap menjadi kendala sehingga banyak wisatawan yang ingin datang membatalkan kunjungannya.

Edi berkomitmen terus menggali potensi pariwisata. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah yang ada di Kalbar.

"Misalnya jika ada event cap go meh di Kota Singkawang maka turis akan mampir ke Kota Pontianak," sebutnya.

Seperti diketahui, tepat pukul 11.36 WIB saat matahari berkulminasi, ditandai dengan membunyikan meriam karbit oleh para tamu undangan.

Peter, peserta PIDB asal Australia, menyatakan rasa takjubnya pada event yang digelar ini. Ia menilai Kulminasi Matahari maupun PIDB merupakan acara yang fantastis dan melibatkan banyak orang.

"Apalagi di sini ada hal yang menarik yakni pemecahan rekor mendirikan telur terbanyak dengan jumlah yang fantastis mencapai seribu lebih," ujarnya.

Dirinya merasa senang berada di Kota Pontianak karena orang-orangnya ramah dan banyak pilihan kuliner yang menurutnya enak-enak.

"Saya akan kembali lagi ke Pontianak, semoga ke depan tidak ada lagi kabut asap seperti ini," ungkap Peter.

Ia juga mendapat kesempatan menyulut meriam karbit yang telah disediakan panitia. Saat menyulut, dentuman meriam sempat membuatnya kaget.

"Sensasi membunyikan meriam ini sangat luar biasa," imbuhnya.

Sementara Mark Raccuia dari Amerika Serikat mengungkapkan kekagumannya terhadap acara PIDB maupun Kulminasi Matahari yang dinilainya luar biasa dan sangat menarik.

Ia bersama rekan-rekannya merasa senang berada di Pontianak karena banyak hal yang ditemuinya di sini yang tidak ada di negaranya.

"Pemecahan rekor mendirikan telur terbanyak sebagai hal yang langka. Luar biasa dengan jumlah ribuan telur ini bisa berdiri tegak," ucapnya.

Mark menyatakan akan kembali lagi ke Pontianak tahun depan untuk mengikuti PIDB. Pontianak, kata dia, penduduknya ramah-ramah dan memiliki kuliner yang enak dan berbagai macam.

"Semoga tahun depan akan berbeda tanpa ada kabut asap seperti saat ini," ucapnya.

Sumber: Kompas.com

TerPopuler