Kalbar Punya Potensi Lahan Pertanian, Sutarmidji: Dinas Pertanian Arahannya Tak Jelas | Pontianak Satu

Kalbar Punya Potensi Lahan Pertanian, Sutarmidji: Dinas Pertanian Arahannya Tak Jelas

Minggu, 22 September 2019, 15.33
Foto: Gubernur Kalbar bersama dengan Kadistan TPH Kalbar beserta para peserta seminar Hari Tani Nasional, di Untan, (Image/Tribun Pontianak)
PONTIANAKSATU.ID - Kalbar memiliki potensi tanaman pangan yang sangat bagus, ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji SH., M.Hum, saat memberikan sambutan pada Seminar Hari Tani Nasional 2019 yang diadakan oleh Fakultas Pertanian Untan, pada Sabtu (21/09/2019).

Menurutnya, selain produk pertanian beras, talas memiliki potensi yang sangat baik. Berbagai jenis talas tumbuh di Kalbar dan dapat dilihat hasilnya sangat memuaskan, serta memiliki pasar yang luas, seperti Malaysia.

Malaysia memiliki talas yang terbatas, namun kebutuhannya melebih dari yang mampu Kalbar ekspor, sehingga peluangya masih sangat besar.

Di Pontianak Utara memiliki talas umbi, yang 1 hektarnya bisa menghasilkan 25 ton. Namun, menurutnya hingga saat ini pertanian Kalbar arahnya masih tidak jelas.

"Saya tidak pernah dengar terobosannya apa," ungkapnya kepada para mahasiswa Untan.

Baca juga: Daniel Johan Berharap Segera Sahkan RUU SBPB, Agar Tidak Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Petani

Untuk mengembangkan tanaman pangan, ia menyarankan agar para mahasiswa untuk memilih jenis tanaman pangan tertentu yang nilainya ekonomis, namun memiliki pasar yang sangat terbuka. Sehingga tanaman pangan tersebut dapat diekspose dan dapat ditanam serta dikembangkan oleh mahasiswa.

Selain itu, pangan lokal Kalbar yang potensinya sangat besar, berada di sektor umbi-umbian. Saat ini Kapuas Hulu akan megembangkan singkong yang dijadikan bahan dasar tepung tapioka.

"Satu pohon target ekonomisnya kalau sudah bisa mencapai 30 kilogram, tapi mereka (singkong) bisa sampai 50 kilogram satu pohon. Dan ditanam harus tegak lurus tidak boleh miring sedikit pun," tambahnya.

Saat ini di Kapuas Hulu, singkong jenis tersebut sudah bisa mencapai berat 20 kilogram perpohon. Namun, terbentur masalah sertifikasi ketika Pemda ingin membatu persoalan bibit.

"Sedangkan lembaga yang mensertifikasi bibit singkong ini, lembaga yang mana?" ungkapnya.

Menurutnya, ini dapat menjadi peluang Fakuktas Pertanian, untuk bisa mengambil peran sebagai lembaga sertifikasi bibit ini.

Ia juga menyampaikan jika semua sektor pertanian seharusnya bisa ditangkap sebagai peluang dan nilai tambah yang sekarang banyak terbuang. Dan seluruh komponen sektor pertanian harus diperbaiki.

Ia mengeluhkan, saat ini masyarakat belum bisa menjadi modern, karena ketika diberikan alat mekanisasi pertanian tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Ia berharap Fakultas Pertanian sebagai lembaga intelktual yang keilmuan pertaniannya lebih baik, bisa menjawab tantangan yang ada saat ini, sehingga para mahasiswa khsususnya mahasiswa pertanian harus mampu untuk menghasilkan terobosan dari hasil penelitian tanaman pangan.

Sumber Tribun Pontianak dengan judul "Kalbar Miliki Potensi Pertanian Sangat Baik, Sutarmidji: Tapi Dinas Pertanian Arahannya Tak Jelas".

TerPopuler