Aksi Protes, PMII KALBAR Tuntut Ketua KPK Untuk Mundur | Pontianak Satu

Aksi Protes, PMII KALBAR Tuntut Ketua KPK Untuk Mundur

Sabtu, 21 September 2019, 02.47
PONTIANAKSATU.ID - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat Menggelar Aksi Protes di Taman Digulis, Jum'at (20/09/2019). Aksi protes tersebut menuntut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mundur.

Farianto selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mengatakan bahwa ini merupakan tuntutan mengenai ketidak-netralan KPK dalam penangangan kasus dan penetapan tersangka yang saat ini penuh dengan aroma politisasi.

"Dalam hal ini KPK terkesan tebang pilih dan memaksakan kehendaknya untuk menjadikan sesorang sebagai tersangka, menuntut Ketua KPK mundur," ucapnya.

Sementara Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalbar Mu'ammar Kadafi menyampaikan bahwa banyak sekali kasus-kasus yang sampai saat ini belum selesai dan mandek di KPK seperti kasus Bank Century, BLBI, E - KTP, TPPU, Eks Dirut Pelindo II, PT Garuda Indonesia, dan lain-lainnya.

"Apakah KPK lupa bahwa mereka belum menyelesaikan itu semua sedangkan mereka adalah badan yang bertugas menyelesaikannya. Sekarang KPK malah mengurusi  kasus-kasus baru. Dilihat hari ini KPK lari dari tanggung jawabnya sebagai Komisi Pemberantas Korupsi," ujarnya.

Kadafi menambahkan, bagaimana mungkin KPK perlu didesak terlebih dulu oleh rakyat untuk mengingatkan kepada mereka terhadap mangkirnya kinerja KPK hari ini.

"Jika KPK terus begini dan tebang pilih saling over kasus maka kapan kasus-kasus tersebut terselesaikan sudah akhir periode malah belum tuntas kasus-kasus yang besar, ini menandakan bahwa Ketua KPK telah gagal," tambahnya.

Yang menjadi kejanggalan adalah kemarin Pimpinan KPK mengatakan mundur dan kembali lagi dengan seenaknya seperti hanya sebuah permainan.

KPK sebagai badan yang di gaung-gaung oleh rakyat, independen, dan kritis. Makin ke sini makin terasa baunya politisasi di KPK sangat kuat.

"KPK hari ini tidak sesuai dengan apa yang menjadi sumpah mereka ketika dilantik. Menutup mata dan telinga KPK demi menyelamatkan kepentingan mereka hari ini," lanjut Kadafi.

Pergeseran-pergeseran yang diciptakan semakin terkuak saling melindungi diri.

"Ini menandakan bahwa kepemimpinan KPK sekarang kosong dan kami berharap Presiden agar segera melantik komisioner KPK terpilih," tutup Kadafi.

Aksi demonstrasi hari ini diikuti oleh seluruh PMII Se - Kalimantan Barat (KALBAR). Sebelum mengakhiri aksi, massa menandatangani petisi kepada Ketua KPK untuk mundur dan massa membacakan tahlil untuk Ketua KPK agar segera mundur.

Dalam tuntutannya PKC PMII Kalbar memaparkan beberapa poin sebagai berikut:
  1. Menuntut Ketua KPK untuk mundur, karena dinilai tidak profesional dan tebang pilih kasus.
  2. Menuntut KPK untuk tidak menjadi alat politik di akhir masa jabatannya.
  3. Menuntut KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus yang mangkrak.
  4. Mendukung Revisi Undang-undang (RUU) KPK dan Komisioner KPK terpilih.

TerPopuler