Trisakti Soekarno Sebagai Kerangka Pemerintahan Jokowi jilid II (Sebuah Ilustrasi Politik) | Pontianak Satu

Trisakti Soekarno Sebagai Kerangka Pemerintahan Jokowi jilid II (Sebuah Ilustrasi Politik)

Senin, 12 Agustus 2019, 19.00
Penulis: Hasan Basri, Ketua  Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Pontianak
PONTIANAKSATU.ID - PDI P - Gerindra semakin harmonis, dua kekuatan yang memiliki platform gerakan politik kebangsaan yang sama, yakni mewujudkan Indonesia Raya berdasarkan Trisakti Soekarno. Jika keduanya bersatu bisa dipastikan pelan tapi pasti akan mengembalikan kedaulatan wong cilik dan mempersempit ruang gerak para barkeley yang menggerogoti dinding ekonomi politik negara ini.

Saya percaya koalisi keduanya akan mempermudah pemerintahan Indonesia untuk mewujudkan pembangunan negara bangsa yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadian secara budaya.

Memang tidak mudah untuk mengimplementasikan Trisakti Soekarno karena persoalan negara bangsa saat ini sedang dikepung oleh berbagai kepentingan global. Baik kepentingan Amerika CS dan kepentingan Tiongkok CS. Namun, saya percaya kekuatan Kertanegara - Teuku Umar akan mampu melawan hegemoni asing.

PKB sebagai kekuatan nahdliyin (Islam Post Tradisional) harus tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari koalisi Teuku Umar - Kertanegara. Karena warna PKB yang merupakan satu-satunya partai yang dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU).

Kita semua tau, dalam sejarah Indonesia, NU merupakan ormas Islam terbesar dan salah satu yang tertua selain Muhammadiyah yang tetap eksis menjaga kedaulatan NKRI hingga saat ini. Peranan aktif NU dalam sejarah negara bangsa di negeri ini tak perlu diragukan lagi.

Sebagai kekuatan politik, jelas PKB dibutuhkan sehingga Nasionalis Relegius untuk menjaga NKRI benar-benar nyata. Apalagi NU sejak dulu dekat dengan bung Karno dan kaum marhaen.

Jika tiga kekuatan ini solid dalam membangun koalisi permanen, maka Trisakti Soekarno akan semakin mudah terealisasi karena mendapat dukungan para nahdliyin yang notabene nya juga bagian dari wong cilik.

Golkar, sebagai partai kaum tehnokrat juga harus menjadi bagian dari keharmonisan Teuku Umar - Kertanegara. Sebagai partai tertua yang kuat dan besar, Golkar akan mampu melengkapi tiga kekuatan di atas untuk menjadikan Indonesia yang maju secara modern dan berdikari.

Konsep pembangunanisme kaum cendikiawan Golkar sudah tidak diragukan lagi. jika ide-ide cendikiawan golkar dipertemukan dengan gerakan Indonesia raya PDIP - Gerindra dan gerakan pemberdayaan ekonomi kaum mustad-afin dari PKB, maka bisa dipastikan gerakan menuju Indonesia berdasarkan trisakti Soekarno di pemerintahan Jokowi jilid II akan semakin mudah terwujud.

Implementasi pembangunan negara bangsa yang berdikari secara ekonomi, berdaulat secara politik dan berkepribadian secara budaya, akan mampu beradaptasi dengan modernisasi.

Saya melihat, minimal cukup empat partai ini saja solid dalam memperjuangkan kepentingan rakyat secara bersama dalam tataran ideologi Trisakti Soekarno, maka Indonesia pemerintahan Jokowi Jilid II dan masa depan akan jadi negara yang adidaya sesuai cita cita Founding Father.

Saya Bukan bermaksud meniadakan peranan partai politik lain. Namun, dalam pandangan penulis, empat partai ini saja sudah cukup untuk mengawal pemerintahan agar berdasarkan Trisakti Soekarno.

Kenapa saya tidak cantumkan partai lainnya, Seperti; Demokrat, Nasdem, PPP, PAN dan PKS

Pertama, Demokrat, Nasdem dan Golkar memiliki kemiripan yakni terkategori sebagai partai kaum cendikiawan yang sangat moderat. Saya hanya mencantumkan Golkar karena dari ketiga partai tersebut, Golkar merupakan partai terbesar berdasarkan hasil pemilu 2019.

Kedua, PPP, PAN dan PKS merupakan kelompok Islam. Sementara saya sudah mencantumkan perwakilan partai Islam. PKB merupakan partai Islam terbesar saat ini (hasil pemilu 2019) dan mewakili representatif nahdliyin, sebagai kelompok Islam terbesar di Indonesia.

Jika harus ditambah dengan partai lain, pastinya akan semakin mantap. Semakin banyak yang berjuang bersama akan semakin mudah mewujudkan cita-cita Trisakti Soekarno.

Pontianak, 12 Agustus 2019

TerPopuler