Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya Apresiasi Kegiatan Dialog Kemerdekaan | Pontianak Satu

Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya Apresiasi Kegiatan Dialog Kemerdekaan

Jumat, 16 Agustus 2019, 11.40
Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya Apresiasi Kegiatan Dialog Kemerdekaan
PONTIANAKSATU.ID - PKC PMII dan PW KAMMI Kalimantan Barat gelar Dialog Kemerdekaan dengan tema Rekonsiliasi Akar Rumput Wujud Dewasa Demokrasi, di Warunk Kampus Jl. Reformasi Kota Pontianak, Kamis (15/08/2019).

Ketua Umum PW KAMMI Kalbar Imron Ramadhan mengatakan acara tersebut sengaja mengangkat tema rekonsiliasi akar rumput wujud dewasa dalam berdemokrasi.

"Mengingat hari ini kita melihat Keterbelahan masyarakat dalam perjalanan Pemilu 2019 cukup menghawatirkan," ujarnya di sela-sela sambutannya.

Untuk itu, lanjut Imron, dalam momentum memperingati hari kemerdekaan ini kami memandang perlu untuk kembali merajut persahabatan.

"Sebagai anak bangsa dan menjadikn proses Pemilu sebagai konstelasi lima tahunan yg wajar, begitupun dgn proses check and balance mengawal pemerintahan yang terpilih.

Senada yang disampaikan oleh Ketua Umum PKC PMII Kalbar, Muammad Kadafi menyampaikan, bahwa kegiatan digagas dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74.

"Kita ketahui bersama sebelum, menjelang dan pasca Pilpres suhu politik di Indonesia semakin meningkat, sehingga perlu adanya rekonsiliasi sampai ke akar rumput, agar masyarakat di bawah kembali seperti semula tidak ada istilah cebong atau kampret," katanya.

Kadafi menambahkan, bahwa secara ideologi PMII dan KAMMI sangat lah berbeda, namun karena menurutnya sebagai anak bangsa harus bisa melaksanakan kegiatan dialog tersebut secara bersama demi generasi penerus bangsa.

"Kita juga berharap para elit memberikan pendidikan politik yang baik terhadap kader, simpatisan serta masyarakat di bawah, karena hakikatnya mereka menjadi contoh oleh masyarakat di bawah, jika elit politik menyampaikan pesan kedamaian masyarakat akan semakin tenang," tambahnya.

Pengamat politik Dr. Jimadi, M.Si mengatalan bahwa tidak ada teman yang abadi dan tidak ada lawan yang abadi. Hanyalah kepentingan yang sifatnya abadi. Sedangkan menurutnya Budaya patronasi tergantung pada elit.

"Tidak ada lawan abadi, tidak ada kawan abadi yang abadi hanya kepentingan yang abadi," paparnya.

Sedangkan, Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo, mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksakan oleh PMII dan KAMMI Kalimantan Barat.

Ia menyampaikan, pada era ini, menurutnya pada pemilihan legislatif ataupun pilpres, tidak tidak boleh gresrut tidak boleh baperan.

Sebagaimana menurut Sujiwo Pileg ataupun Pilpres merupakan pestanya rakyat.

"Yang namanya pesta disambut dengan keceriaan. Namun jika terjadi permusuhan. Maka perlu disadari bahwa NRKI harus kita jaga bersama-sama. Karena dengan empat pilar Indonesia bisa terjaga serta panjang umurnya," jelasnya.

Ia menceritakan pada masa pemilihan bupati, saat ia mencalonkan yang pada akhirnya, saat ini ia terpilih menjadi Wakil Bupati.

Jiwo menggunakan cara politiknya merangkul melalui ketua adat dan ulama serta masyarakat lainnya. Untuk itu Jiwo menegaskan, bahwa perlu adanya sebuah diskusi untuk mengatasi hal tersebut.

"Maka perlunya sebuah diskusi. Saya ingat pesan gusdur, ya sudahlah biar saja kalaupun DPRD mau melakukan yang tak terpuji. Biarkan saja dia menanggung dosanya. Intinya rakyat tetap bersatu," imbuhnya.

Jiwo mengatakan, atas gerakan Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini terbukti dalam mengawal NKRI.

"NU telah terbukti yang menjadi garda terdepan dalam mengawal bangsa dan negara. Maka dari itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengawal NKRI," tukasnya. (Rokib)

TerPopuler