Proxy War, Mengudara Tagar BubarkanBanser | Pontianak Satu

Proxy War, Mengudara Tagar BubarkanBanser

Selasa, 27 Agustus 2019, 14.43
Foto: Mbah Sanadi 73 tahun asal Kabupaten Tegal etap setia jadi Banser/ (NU Online)
PONTIANAKSATU.ID - Di ruang anta branta (media sosial) halaman berandaku banyak sekali tagar #bubarkanbanser. Bahkan ada temanku yang cukup dikenal, (kecingkrangan berpikirnya dan yang jelas tidak mengerti apa-apa alias ikut-ikutan juga membuat tagar itu, modalnya sok saja).

Bahkan akun media sosial ditandai satu group yang sedang berpesta pora lengkap dengan orkestranya sambil mendengarkan musik mereka senyantap seekor kambing panggangannya lalu kemudian mencabik-cabiknya.

Ya, mereka sedang berpesta dalam keadaan mabuk mereka berkata "bubarkan banser" sambil tertawa sinis. Saya memang bukan anggota banser dan semacamnya, tapi tidak sependek celana cingkrang dalam berpikir dan bertindak, kurang sependapat dengan tagar yang lagi tren dan mengudara itu.

Karena setahuku banser berada pada satu rel dengam nilai-nilai pancasila, bahkan ikut berjuang merebut kemerdekaan. Jika dilihat dari tahun berdirinya organisasi itu (1926), saya yakin mereka sudah melewati perjuangan itu bahkan kabarnya juga ikut dalam memberantas paham komunis pada 1965-1966 silam.

Tapi biasanya orang-orang terlajur sinis tidak perduli, apalagi mereka sudah dicekoki dengan janji-janji false, surga dan bidadari hanya diperoleh dengan cara membungihanguskan NU (Nahdlatul Ulama) dengan para badan semi otonom (banom), sebab mereka menganggap Islam yang dijalankan oleh NU dan para banom nya tidak diajarkan oleh Rasul.

Kalau begitu mari kita sadarkan mereka dengan pertanyaan begini kepada kaum pembuat tagar itu dan para pengikutnya.

Apakah ketika anak dan istri nabi Ibrahim tidak masuk Islam dan membangkang, lalu kemudian kenabian nabi Ibrahim dituntut dicabut, dihilangkan dan menyalahkan nabi, atau barangkali ketika sudara anda nakal, suka mencuri dan keluar masuk penjara lalu kemudian ibu dan keluarga anda yang disalahkan serta kekeluargaan anda dituntut bubar seperti anda membuat tagar #bubarkanbanser, #bubarkankannabiibrahim dan #bubarkankeluargasaya?.

Jika benar, sepertinya mereka betul-betul harus dirukyah! Saya menduga mereka sedang dimasuki oleh makhluk lain yang lembut, dan mahluk halus yang sedang merayap melului media online, dengan memanfaatkan revolusi industri 4.0.

Para jin, setan dan iblis mengadu domba bangsa Indonesia. Mungkin sekemanya agar bertumpah darah seperti di Afganistan, Suryah, Lebanon, dan negara-negara Islam lainnya yang perang saudara. Tapi mudah-mudahan saya salah menduga, sebab kalau benar itu sangat menakutkan. Setan akan bekerja dan tidak akan diam sebelum syahwat kejahatannya berhasil menghancurkan manusia.

Hay manusia! Jika memang manusia, mari belajar dari kejadian-kejadian, merenungi dan juga mengkaji dengan seksama, jika ada persoalan cobalah menelusuri berbagai sumber untuk perbandingan agar kita tidak salah dalam menimbang, mengingat dan memustuakan by desain isu yang sengaja dibuat untuk saling menerkam.

Ingat, kita bukan binatang buas yang mengadu kekuatan dan kebuasan untuk menguasai hutan balantara. Kita adalah mahluk berakal, berbudi luhur, berhati suci, berakhlak mulia dan menyandarkan diri pada ilmu.

Atau mungkin untuk kasus ini kita harus berpikir bijak walaupun tidak benar-benar bijak "Barangkali dua atau tiga orang adalah yang nakal dalam anggota banser, tapi banser dan sejenis itu juga mahluk yang tidak sempurna para nabi saja tidak mampu mengislamkan semua manusia di bumi ini".

Kita harus belajar dari sana, jangan karena satu dua orang lalu kemudian ingin menghakimi satu keluarga, ramai-ramai membuli, menghujat dan seolah anda sangat suci dan kemudian masuk surga sendiri, padahal surga takkan rela dihuni oleh orang-orang yang suka menghujat, bukankah di dalam al Quran jelas ancaman kaum yang suka menghujat, menggujing, dan pencemooh yakni neraka: bukan surga bro.

Penulis: Zubairi (Pegiat Advokasi Sosial

TerPopuler