DPRD Kota Pontianak Akan Tindak Lanjuti Tuntutan PMII | Pontianak Satu

DPRD Kota Pontianak Akan Tindak Lanjuti Tuntutan PMII

Sabtu, 03 Agustus 2019, 15.48
Foto: Firdaus, Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak saat menanggapi tuntutan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)
PONTIANAKSATU.ID - Wakil DPRD Kota Pontianak, Firdaus menanggapi atas aksi damai yang dilakukan oleh PMII Kota Pontianak, yang dilakukan di Taman Digulis A. Yani sebagai titik kumpul, lalu dilanjutkan rombongan aksi puluhan mahasiswa memadati kantor DPRD Kota Pontianak, Jum'at (02/08/2019).

Menurut Firdaus, beberapa tuntutan yang telah disampaikan oleh Pengurus PMII Pontianak akan diimplementasikan sehingga bisa disampaikan kepada pemerintah kota Pontianak.

“Penyampaiannya akan dilakukan sesuai dengan tupoksi (red: tugas, pokok dan fungsi), kita akan mengevaluasi kalau membaca kronologis tersebut. Memang ada kelalaian dari petugas. Bahwasanya untuk mengatasi masalah tersebut ketika petugas istirahat hingga terjadi pengeroyokan," ujarnya.

Aksi yang digelar oleh pengurus PMII tersebut, mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Pontianak.

Menurutnya, lanjut Firdaus, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut tidak menjadi permasalahan, dan bahkan dengan adanya aksi gerakan mahasiswa tersebut, merupakan sebuah fungsi kontrol dan bisa bersama-sama untuk menuntaskan sebuah permasalahan yang ada di Kota Pontianak.

"Kami mengapresiasi kepada PMII sebagai fungsi kontrol hingga masalah ini bisa dituntaskan. Sebab orang tua yang bersangkutan melaporkan kepada pihak kepolisian," ucapnya.

Lalu pihaknya meminta agar bersama-sama untuk melihat perkembangan hukum. Tuntutan yang ditulis oleh mahasiswa pun menurutnya, harus disampaikan kepada Wali Kota Pontianak dan memberi tembusan kepada DPRD.

Sebab menurut informasi yang didapat olehnya, alasan kepala dinas bahwa petugas saat kejadian sedang istirahat dan shalat.

Jika dilihat dari kondisinya menurut Firdaus, petugas waktu kejadian hanya satu orang saja.

“Kita akan sampaikan kepada pemerintah reformasi terhadap Jumlah petugas dan kondisi di sana. Nanti kita akan investigasi, selain menuntut akan tetapi harus ada solusinya. Pertanyaannya layak kah PLAT ini masih berkelanjutan atau tidak," tukasnya.(Rhs)

TerPopuler