Pengacara Partai NasDem Kalimantan Barat Optimis Menangkan Sengketa PHPU di MK | Pontianak Satu

Pengacara Partai NasDem Kalimantan Barat Optimis Menangkan Sengketa PHPU di MK

Sabtu, 13 Juli 2019, 20.08
Foto: Kuasa hukum partai NasDem Kalimantan Barat, Anton Armya (kanan) di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).
PONTIANAKSATU.ID - Kuasa Hukum Fransiskus Suwondo dari Partai NasDem Kalimantan Barat, Anton Armya, mengatakan bahwa pihaknya, optimis akan memenangkan gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) legislatif 2019 yang akan di laksanakan pada sidang selanjutnya, untuk dapil Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan, Kamis (18/07/2019) mendatang.

Keoptimisan pihaknya, bukanlah tanpa dasar tapi dapat dicermati dan bisa dilihat saat proses persidangan digelar di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita tetap optimis apalagi, dari pihak pemohon ada pergantian lawyer," kata Anton saat di wawancarai, Jum'at (12/07/2019).

Sesaat melangsungkan persidangan di ruangan panel III Yang dipandu oleh Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna meminta kepada masing-masing kuasa hukum untuk memperkenalkan diri dan membacakan pokok-pokok pemohonan,

Sementara dari pantauan media Pontianak Satu terlihat team kuasa hukum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Kalimantan Barat 6, membacakan perubahan pokok-pokok permohon disaat persidangan, Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna menolak, atas perbaikan permohonan yang di sampaikan pihak pemohon, Suryadi. Lantaran tidak mengikuti prosedur yang sudah ada ketentuan dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK).

"Kami tidak bisa menerima perbaikan yang sudah lewat tenggang waktu, yang sudah ditentukan oleh pihak Mahkamah Konstitusi," jawab I Dewa Gede Palguna saat sidang berlangsung di panel III.

Kendati demikian, mendapatkan perhatian khusus oleh lawyer Partai NasDem Anton Armya, Menurut pihaknya ada sejumlah alasan yang membuat dirinya optimis dan yakin MK akan memenangkan perkara tersebut.

"Yang pertama indikasi penggelembungan suara pada partai NasDem adalah tidak benar dan mengada-ada yang terjadi," tegas anton.

Diketahui pihak terkait perkara nomor : 15-01.20 akan melakukan sidang lanjutan pada Kamis, 18 Juli 2019 Jam 08.00 WIB, dalam Agenda sidang tersebut, membahas sidang pendahuluan, yang akan membacakan permohonan dan pengesahan alat bukti. (Mustofa)

TerPopuler