Kejaksaan Negeri Pontianak Nilai Bank Kalbar Kurang Etis Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Polda | Pontianak Satu

Kejaksaan Negeri Pontianak Nilai Bank Kalbar Kurang Etis Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Polda

Senin, 08 Juli 2019, 20.18
Foto: Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro didampingi Kasi Intel R. Ahmad Yani saat menggelar Konferensi Pers, di Aula Kejari Pontianak.
PONTIANAKSATU.ID - Kasi Pidsus Kejari (Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri) Kota Pontianak Juliantoro mengakui, dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi oleh oknum pejabat Bank Kalbar ditemukan berbagai kendala. Namun pihaknya menjalin kerjasama dengan OJK Perwakilan Pontianak untuk mengungkap kasus tersebut.

"Tetapi saat ini kita sudah kantongi namanya dan akan terus kita lakukan penyelidikan lebih dalam. Karena kami menemukan nama pemilik rekening yang berbeda saat hendak mengembalikan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 1,2 Miliar. Untuk itu, pengembalian uang tersebut kami tunda dulu," paparnya saat menggelar konferensi pers di aula Kejari Pontianak, Senin (08/07/2019).

Ia mengatakan, penyelidikan yang dilakukan dimulai dengan memanggil pihak Bank Kalbar dalam hal ini mantan Kacab Utama Bank Kalbar.

Karena, kata dia, di tahun yang bersangkutan menjabat diketahui ada penggantian buku tabungan Bank Kalbar milik dewan pembina Fakultas Kedokteran UNTAN (Universitas Tanjung Pura).

"Adanya satu rekening atas nama dewan pembina Fakultas Kedokteran Untan yang juga dimiliki oleh seseorang tadi, tentu mengarahkan penyelidikan kami juga pada oknum pejabat Bank Kalbar Cabang Utama Pontianak," tambahnya.

"Karena pergantian nama pemilik rekening ini tidak bisa serta merta terjadi, tanpa bantuan oknum tersebut. Kami harapkan Bank Kalbar bisa bekerjasama dengan kami dalam mengungkap kasus ini," katanya.

Juliantoro menambahkan, adanya dinamika saat ini yang berkembang di mana untuk Bank Kalbar terhadap kasus ini sudah dilaporkan ke pihak Polda Kalbar.

Oleh sebab itu, tentunya pihak Kejari Pontianak sangat menghargai langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Polda Kalbar.

"Namun demikian, jika sedari awal rekan-rekan kami di kepolisian sudah mengetahui adanya pengungkapan kasus ini dan tindak lanjutnya oleh Kejari Pontianak dengan surat perintah penyelidikan. Oleh karena itu ke depan antara pimpinan akan berkoordinasi," ujarnya.

"Untuk itu kami sampaikan bahwa pengungkapan kasus ini adalah rangkaian dari pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana atas nama Zulfadli, jadi tidak serta merta internal dari Bank Kalbar. Kami juga mengimbau kepada Bank Kalbar agar kooperatif untuk memberikan akses kepada kami untuk pengungkapan kasus ini," lanjutnya.

Jadi, lanjut dia, berdasarkan informasi dari Kajari Pontianak saat ini rekening atas nama Indra Saputra ini sudah berganti nama kembali menjadi Dewan Pembina Fakultas Kedokteran Untan. Dan dikembalikan uang sejumlah yang digunakan oleh oknum, dan ini menjadi pertanyaan uang tersebut bersumber darimana.

"Dan sangat disayangkan tindakan dari pihak Bank Kalbar melaporkan kasus ini ke Polda Kalbar, kami nilai sebagai tindakan yang kurang etis. Karena pihak Bank Kalbar mengetahui bahwa Kejari Pontianak sedang mengupayakan mengungkap kasus ini, karena ditemukan dari hasil pelaksanaan terhadap eksekusi uang Rp 1,2 Miliar tetapi dilaporkan kepada Polda Kalbar," pungkasnya.

TerPopuler