Ada Korban Meninggal di PLAT, Instansi Sosial di Pontianak Harus Audit Sosial | Pontianak Satu

Ada Korban Meninggal di PLAT, Instansi Sosial di Pontianak Harus Audit Sosial

Minggu, 28 Juli 2019, 17.24
Penulis: Hasan Basri, Ketua  Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Pontianak
PONTIANAKSATU.ID- Innalillahi wa Inna ilaihi roji'un. Segenap keluarga besar Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) kota Pontianak mengucapkan turut berduka cita atas korban meninggal akibat kekerasan anak yang terjadi di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Dinas Sosial Pontianak.

Sebagai lembaga yang konsen dengan advokasi keluarga khususnya perempuan dan anak, saya sangat menyayangkan PLAT yang seharusnya menjadi wadah membangun mentalitas anak agar menjadi makhluk sosial yang relegius dan humanis, justru sebaliknya.

Kekerasan yang terjadi di PLAT tidak berdiri dengan sendirinya, saya percaya kasus pemukulan ini adalah akibat, penyebabnya apa ??

Untuk memastikannya harus diinvestigasi, karena itu saya menyarankan pemerintah kota Pontianak untuk membentuk tim independen guna melakukan audit sosial terhadap manajemen PLAT dan Dinas Sosial yang menaungi PLAT.

Untuk kasus hukumnya sudah pasti diserahkan kepada pihak Polresta Pontianak. Namun untuk mengetahui akar persoalan kenapa penghuni PLAT bisa melakukan kekerasan, ini yang harus dilakukan audit sosial.

Audit sosial sendiri dilakukan untuk menemukan akuntabilitas sosial dari program pengadaan PLAT, mulai dari tupoksi, SOP dan implementasinya di lapangan dan masih banyak lagi.

Dari hasil audit sosial ini nanti akan ditemukan apa penyebab anak yang tinggal di PLAT berani melakukan kekerasan terhadap temannya sendiri.

Selain itu, audit sosial ini akan menemukan dampak dan manfaat keberadaan PLAT terhadap lingkungan social.

Jika ternyata temuan tim investigasi yang dibentuk nanti ternyata PLAT sangat bermanfaat bagi masyarakat maka harus dipertahankan dengan memperbaiki beberapa persoalan, jika tidak bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi anak sebagai subjek maka harus dibubarkan.

Untuk apa mempertahankan suatu program yang tidak bermanfaat secara sosial, hanya menghabiskan anggaran pemerintah saja.

Saya melihat ada kejanggalan dalam kasus ini, karena korban merupakan anak disabilitas yang tidak memiliki kasus hukum tertentu, seharusnya korban tidak dikumpulkan bersama anak yang memiliki masalah dengan hukum dalam satu atap.

Pertanyaan besar saya, kenapa korban bisa tinggal di PLAT, ini pasti ada kelalaian dalam pengelolaan PLAT, apakah kelalaian ini ulah oknum atau bukan, sekali lagi perlu dilakukan investigasi yang saya sebut sebagai audit sosial.

Seberapa penting audit sosial?

Menurut saya sangat penting, karena kasus ini bukan hanya menghilangkan nyawa seorang anak, namun telah mencederai reputasi walikota Pontianak yang saat ini sedang giat-giatnya membangun Pontianak sebagai kota layak anak.

Bagaimana mungkin cita-cita walikota Pontianak bisa terwujud jika instansi di pemerintahannya sendiri justru tidak peduli dengan rasa kemanusiaan terhadap anak itu sendiri.

Sekali lagi saya menyarankan kepada walikota Pontianak untuk menyelidiki manajemen dinas sosial dan PLAT secara menyeluruh melalui tim independen.

Pembentukan tim ini untuk membantu pemerintah Pontianak menemukan akar persoalan kekerasan di dalam PLAT. Jika akar persoalan sudah ketemu, saya yakin Pontianak sebagai kota layak anak akan mudah terwujud.

TerPopuler