Syarif Abdullah Al Kadrie Ziarah ke Makam Sunan Jati Cirebon | Pontianak Satu

Syarif Abdullah Al Kadrie Ziarah ke Makam Sunan Jati Cirebon

Minggu, 09 Juni 2019, 16.44
Foto: Syarif Abdullah Al Kadrie, DPR RI Dapil Kalbar
PONTIANAKSATU.ID - Sunan Gunung Jati atau yang lebih di kenal dengan Syarief Hidayatullah, yang juga merupakan sultan pertama di Kasultanan Cirebon, dan ulama utama yang menyebarkan agama Islam di bagian barat pulau Jawa. Kamis, (08/06/19)

Tokoh yang berperan sebagai pemimpin spriritual, sufi, mubalig, dan ulama ini dimakamkan di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kota Cirebon.

Kehadiran politisi dari partai NasDem berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon itu tidak sendirian. Ia didampingi keluarganya yang juga ditemani putranya Syarif Naufal Al Kadrie.

Ia bersyukur diberikan kesehatan dan kekuatan dan juga kelancaran untuk bisa berziarah ke makam waliyullah yang ada di Cirebon Sunan Gunung jati.

"Saya bersyukur diberikan kesehatan dan kekuatan serta kelancaran hari ini saya sekeluarga bisa ziarah ke makam Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati di Cirebon," ucapnya.

Tidak seperti lazimnya makam para wali yang lain, makam Sunan Gunung Jati tidak bisa diziarahi secara langsung masuk ke dalam makam. Hanya keturunan sang wali yang bisa melanjutkan perjalanan ke teras-teras selanjutnya hingga ke tungkup makam.

Namun pada kesempatan kali ini sekretaris dari fraksi NasDem yang juga DPR RI di Senayan itu mendapatkan kesempatan untuk masuk ke ruangan pusarah sang Wali Songo di makamkan, dan mendapatkan izin secara langsung dari sultan kesepuhan Cirebon yang merupakan turunan dari Sunan Gunung Jati.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Walikota Cirebon yang sudah mengizinkannya masuk ke ruangan pusarah sang Wali songo di makamkan.

"Terimakasih kami sampaikan kepada Wakil Walikota Cirebon kami bisa masuk ke ruangan pusarah sang Wali Songo di makamkan," katanya.

Makna yang paling penting dan dapat dipetik setelah menziarahi makam syuhada para waliyullah tersebut, adalah adanya kesadaran bahwa betapa gigihnya Wali-walinya allah berjuang menyebarkan agama Islam.

"Sehingga dengan dasar itu, bagi saya dapat menjadi bahan renungan dan sekaligus meningkatkan ketakwaan akan pentingnya makna perjuangan," tutupnya (Mustofa)

TerPopuler