Masuk Rekor Muri, Festival Meriam Karbit Kota Pontianak | Pontianak Satu

Masuk Rekor Muri, Festival Meriam Karbit Kota Pontianak

Rabu, 05 Juni 2019, 10.37
Foto: Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia Forum Komunikasi Permainan Meriam Karbit
PONTIANAKSATU.ID - Festival Meriam Karbit Kota Pontianak ternyata telah tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia tahun 2007, Rabu (04/06/19).

Parade yang diikuti sebanyak 150 lebih meriam karbit milik 30 kelompok masyarakat di Pontianak pada tahun 2007 telah tercatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai parade meriam karbit terbanyak pada Tahun tersebut.

Syaiful Azhar selaku Ketua Forum Meriam Karbit mengungkapkan dulu pada tahun 2007 Oktober Manager MURI, Paulus Pangka, di Pontianak, mengatakan bahwa permainan meriam karbit di Kota Pontianak hanya satu-satunya di Indonesia bahkan dunia, sehingga wajar untuk dicatatkan di MURI.

"Parade meriam karbit tercatat sebagai rekor terbaru, karena jenis permainan ini belum ada yang tercatat di MURI. Kita patut berbangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat untuk tetap dijaga kelestariannya," kata Syaiful.

Syaiful juga menambahkan bahwa semasa menjadi ketua Forum pada tahun 1992 sampai 2013 antusias warga akan kegiatan ini sangat besar walaupun pernah sempat dilarang oleh Pemerintah.

Tapi lama kelamaan berjalannya waktu kegiatan ini tetap berlanjut sehingga di abadikan dalam budaya Kota Pontianak dan mendapatkan Museum Rekor Dunia Indonesia." Ceritanya.

Syaiful juga menceritakan pada tiga tahun terakhir ini ada penurunan jumlah pemaian dan jumlah meriam karbit, dikarenakan meriam sudah tidak layak pakai dan kekurangan dana untuk membeli yang baru.

"Kedepannya saya akan tetap lestarikan budaya ini dan mencoba melakukan kegiatan sosialisasi dengan mengundang beberapa Tokoh Kerajaan, pejabat Wali Kota, Gubernur, bahkan Presiden agar di Publis kembali mengenai budaya meriam karbit ini," jelasnya.

Tambahnya agar bersama-sama dapat melestarikan budaya meriam karbit ini.

"Sehingga tidak lenyap ditelan zaman dan anak anak cucu regenerasi kedepan tetap bisa menikmati budaya yang turun dari nenek moyang kita ini," papar.

"Permainan nenek moyang ini menjadi sejarah yang patut dihargai," katanya.

Ia mengatakan, permainan itu berpotensi sebagai daya tarik untuk memancing minat wisatawan berkunjung ke Pontianak.

TerPopuler