Gus Mus: Halal bi Halal Asli Produk Nusantara | Pontianak Satu

Gus Mus: Halal bi Halal Asli Produk Nusantara

Senin, 24 Juni 2019, 11.19
Foto: Gus Mus, saat memberikan tausyiyah halal bi halal di ponpes Sabilurrosyad
PONTIANAKSATU.ID - Banyak yang mengira bahwa halal bi halal merupakan tradisi yang berasal dari Arab, tradisi Halal bi halal yang selalu dilaksanakan oleh umat Islam di Indonesia ketika masuk bulan syawal atau idul fitri.

Seperti disampaikan oleh KH. Mustofa Bisri atau lebih dikenal denga Gus Mus, yang menegaskan bahwa halal bi halal merupakan produk asli nusantara.

“Halal bi halal itu Indonesia, nusantara. Di Arab itu tidak ada,” jelasnya.

Gus Mus, menjelaskan hal tersebut di acara Halal Bi Halal dan Haul KH Mustamar dan KH Achmad Noer yang diselenggarakan oleh Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, pesantren asuhan KH Marzuqi Mustamar pada Jumat 21/6/2019 malam.

Gus Mus, menceritakan, suasana Idul Fitri di Mesir. Menurutnya suasana Idul Fitri di sana sangatlah berbeda dengan yang ada di Indonesia, di nusantara.

“Di Mesir itu saat Idul Fitri, setelah selesai melaksanakan Shalat Id, satu keluarga membawa tikar dan bekal, kemudian terus piknik ke kebun binatang, melihat monyet. Habis itu pulang lagi ke rumah,” jelasnya

Menurut Gus Mus, Berbeda dengan suasana Idul Fitri di Indonesia.

“Di Indonesia, masyarakat saling berkunjung, saling meminta maaf. Ini nusantara asli,” imbuhnya.

Gus Mus, menjelaskan alasannya menggunakan kata nusantara. Hal ini dikarenakan nusantara itu tidak hanya Indonesia saja, sebab Malaysia dan Brunei juga menyelenggarakan halal bi halal, sebab dulunya merupakan satu rumpun dengan Indonesia.

“Dulu Indonesia, Malaysia, dan Brunei itu satu rumpun dan kegiatan ini (halal bi halal) hanya ada di nusantara. Inilah bentuk kecerdasannya sesepuh yang ada di nusantara,” tukasnya.

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan maksud dari kecerdasan para ulama nusantara. Menurutnya, kegiatan halal bi halal ini diadakan agar dosa yang dimiliki oleh orang-orang bisa diampuni semua. Sebab dosa antar sesama manusia hanya bisa hilang jika saling memaafkan.

“Karena puasa Ramadhan dosa kita dimaafkan. Kemudian saling meminta maaf antar kita, hamba-hamba Gusti Allah Taala. Jadi dua jenis dosa hilang semua,” jelasnya. (*)

TerPopuler