Festival Meriam Karbit, Sambut Idul Fitri di Pesisir Sungai Kapuas Pontianak | Pontianak Satu

Festival Meriam Karbit, Sambut Idul Fitri di Pesisir Sungai Kapuas Pontianak

Kamis, 06 Juni 2019, 17.44
Foto: Edi Rusdi Kamtono (ERKA) Wali Kota Pontianak, tampak sedang menyulutkan meriam karbit di pesisir sungai Kapuas Pontianak, Selasa (04/06/19)
PONTIANAKSATU.ID - Dentuman 212 meriam karbit saling bersahutan, menandai dibukanya Festival Meriam Karbit dalam rangka memyambut hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Selasa (04/06/19).

Pembukaan Festival Meriam Karbit dipusatkan di tepian Sungai Kapuas, Gang Hj Mailamah, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Festival yang rutin digelar setiap tahunnya ini dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sebagai tanda dimulainya festival, jajaran pejabat Forkopimda dan para istri melakukan penyulutan meriam karbit.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, festival tahun ini dihadiri seluruh pejabat yang tergabung dalam Forkopimda maupun masyarakat umum lainnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan mengemas festival meriam karbit lebih meriah lagi dengan meningkatkan anggarannya. Selain itu, juga dengan melibatkan masyarakat sebanyak-banyaknya dan mengundang Kementerian Pariwisata.

"Kita akan buatkan video dokumenter untuk promosi permainan meriam karbit sebagai daya tarik wisata di Pontianak," ujar Edi dalam keterangan tertulisnya, Selasa malam.

Meriam karbit juga akan ditampilkan pada saat pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV Tingkat Nasional yang dipusatkan di Pontianak.

"Pembukaan STQ nanti akan ditandai dengan dentuman meriam karbit sebanyak 25 kali," pungkasnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar Festival Meriam Karbit masuk dalam Kalender Pariwisata Provinsi Kalbar.

"Kalau terus-menerus kita gelar secara rutin, mudah-mudahan ini menjadi salah satu ikon Kalbar secara nasional, bahkan internasional," paparnya.

Supaya lebih menarik, lanjut Gubernur Kalbar, festival ini didokumentasikan dalam bentuk video promosi untuk disosialisasikan dan dipromosikan melalui media sosial maupun youtube.

"Narasinya harus dikemas secara menarik, visualnya juga harus bagus, lengkap dengan suara dentuman meriam beserta narasi sejarahnya sehingga orang tertarik berkunjung ke Pontianak," tutur Sutarmidji.

TerPopuler