Walikota Minta Massa di Pontianak Tidak Terprovokasi | Pontianak Satu

Walikota Minta Massa di Pontianak Tidak Terprovokasi

Jumat, 24 Mei 2019, 19.44
Foto: Suasana massa aksi membakar ban bekas di perempatan Jln. Tanjung Raya I Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.
PONTIANAKSATU.ID - Sejumlah massa memblokir dan membakar pos polisi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, meminta massa tidak terprovokasi oleh isu-isu tidak benar. "Kami berharap permasalahan itu segera selesai, sehingga semua masyarakat bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, yang dilansir Rabu (22/05/19).

Dia menjelaskan, akibat aksi massa tersebut telah merusak berbagai fasilitas umum, seperti lampu jalan, kamera pengawas atau CCTV, pot bunga dan beberapa fasilitas umum lainnya.

"Bahkan pos polisi juga ikut dibakar, saya imbau berbagai fasilitas umum itu tidak dirusak, karena itu dibangun juga menggunakan uang rakyat," paparnya.

Menurutnya, silakan saja sampaikan aspirasi pada tempatnya, tetapi jangan sampai merusak fasilitas umum dan lainnya.

"Untuk sementara akses menuju ke Jembatan Kapuas I ditutup atau arus lalu lintas dialihkan ke kawasan lainnya, bahkan angkutan berat dihentikan dulu agar tidak menimbulkan kemacetan," tutupnya.

Sedangkan ketua majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat Chairil Effendy mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerima menerima hasil Pemilu 2019 dengan pikiran yang jernih dan lapang dada.

"Hasil yang diperoleh dalam Pemilu Presiden adalah kehendak rakyat," kata Chairil Effendy.

Chairil menambahkan, apabila memang terjadi dugaan kecurangan, maka semua bukti terkait dapat diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

"InsyaAllah Mahkamah Konstitusi akan memproses dengan objektif jika memang ada bukti yang mendukung," tambah Chairil.

TerPopuler