Psikolog Muda Ungkap Penyebab Maraknya Kasus Bunuh Diri di Pontianak | Pontianak Satu

Psikolog Muda Ungkap Penyebab Maraknya Kasus Bunuh Diri di Pontianak

Kamis, 30 Mei 2019, 22.05
Foto: Psikolog Muda, Patricia Elfira Vinny, M.Psi
PONTIANAKSATU.ID - Dalam sebulan terakhir warga Kota Pontianak dihebohkan dengan beberapa kejadian terkait warga hendak atau melakukan bunuh diri.Dan yang masih sangat segar dalam ingatan yakni upaya yang dilakukan VN kemarin (Rabu (29/05/19).

Gadis asal Pontianak Utara yang nekat naik di atas semen penghubung antara patung Burung Enggang dan Rumah Radank Pontianak untuk bunuh diri, bahkan ia menyayat tangannya di atas sebelum petugas dapat membujuk dan menyelematkannya.
Baca: Kronologi Penyelamatan Seorang Gadis Hendak Bunuh Diri

Tidak hanya itu, pagi tadi, seroang pria tewas terpanggang di rumahnya, dari hasil penyelidikan sementara pihak kepolisian, Kapolresta Pontianak Kombespol Muhammad Anwar Nasir mengatakan bahwa ada dugaan korban yang meninggal tersebut merupakan bunuh diri, yang mana Kapolresta meyampaikan hal ini dikuatkan dengan keterangan seorang teman korban yang mengatakan bahwa korban akan melakukan bunuh diri.
Baca: Pria Tewas Terpanggang, Kapolresta Pontianak Menduga Korban Bunuh Diri

Menurut Patricia Elfira Vinny, M.Psi seorang Psikolog muda itu, hal sangat mendasar yang menjadi pencetus utama seseorang nekat melakukan tindakan bunuh diri adalah lingkungan.

"Lingkungan di sini ada dua sisi, yaitu internal (keluarga) dan eksternal (status ekonomi - sosial)," jelas psikolog muda itu.

Ia menjelaskan Kasus yang terjadi secara beruntun bisa saja memunculkan dinamika bahwa ada sesuatu hal yang perlu dibenahi, Khususnya dalam penanganan kasus bunuh diri yang erat kaitannya dengan kondisi kejiwaan seseorang.

Untuk itu, ia menyarankan masyarakat agar senantiasa menjaga hubungan baik antara satu dan yang lain, khususnya orang terdekat yakni keluarga.

"Dimana selain individu, orang terdekat juga perlu mengetahui bagaimana pencegahan kasus ini terjadi, Setidaknya meminimalisir kejadian dengan cara melakukan pendekatan dengan anggota keluarga yang dianggap riskan melakukan tindakan tersebut," imbuh psikolog cantik itu.

Kasus bunuh diri, dan ia kembali menekankan bahwa Keluarga merupakan benteng utama dalam mencegah hal ini.

"Karena jika keluarga tidak punya kepedulian terhadap anggota keluarganya, hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini rentan terjadi," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyarankan kepada masyarakat khususnya remaja, bila memilki masalah, hendaknya terbuka kepada orang lain dan tidak menjadi orang yang tertutup.

"Mungkin lebih pencegahan ya. Pertama, kesediaan mencari bantuan pada ahlinya, kedua keterbukaan untuk menerima solusi yang ditawarkan oleh orang terdekat," kata Patricia Elfira Vinny.

Psikolog muda itu juga menerangkan, bahwa perlunya anak muda bersedia terbuka ketika ada problematika dan hal-hal yang ada resikonya.

"Kecenderungannya remaja kurang mau untuk mendengarkan sehingga mereka mengambil keputusan atas pikiran mereka sendiri. Sehingga kesediaan dan keterbukaan ini sangat perlu dimiliki oleh para remaja," tutupnya

TerPopuler