Pemkot Pontianak Beri Bantuan Transportasi Guru Ngaji, Petugas Fardhu Kifayah dan Kader Posyandu | Pontianak Satu

Pemkot Pontianak Beri Bantuan Transportasi Guru Ngaji, Petugas Fardhu Kifayah dan Kader Posyandu

Senin, 27 Mei 2019, 23.42
Foto: Edi Rusdi Kamtono Wali Kota Pontianak saat memberikan bantuan operasional kepada guru ngaji, petugas fardhu kifayah dan kader posyandu di aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak.
PONTIANAKSATU.ID - Pemerintah Kota Pontianak memberikan bantuan tranportasi antara lain sebanyak 250 guru ngaji tradisional, 170 petugas fardhu kifayah dan 330 kader posyandu, di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (27/05/19).

Bantuan tersebut dalam bentuk uang tunai yang ditransfer melalui rekening masing-masing penerima. Untuk guru ngaji tradisional dan petugas fardhu kifayah mendapat bantuan senilai masing-masing Rp.1,8 juta per tahun.

Sedangkan kader posyandu mendapat bantuan sebesar Rp.3 juta per tahun.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pemberian bantuan ini sebagai apresiasi sekaligus memotivasi mereka yang bertugas mengupayakan membentuk masyarakat Pontianak yang cerdas, bermartabat dan berbudaya.

“Kita berharap mereka tidak hanya menjalankan tugas rutinnya, tetapi ada fungsi-fungsi lainnya yang tak kalah penting,” sebutnya.

Misalnya, lanjut Edi, guru ngaji tradisional, selain mengajar membaca Al Quran, anak didiknya juga diberikan pengetahuan tentang cara salat yang benar, memahami rukun Islam dan rukun Iman.

“Jadi, dasar-dasar agama pada anak-anak itu penting,” tegasnya.

Pihaknya juga akan memberikan program pelatihan dan bimbingan teknis bagi petugas fardhu kifayah terutama pengurus-pengurus masjid. Hal ini menurutnya untuk membentuk regenerasi petugas fardhu kifayah.

“Sehingga ketika ada yang meninggal dunia, tidak kesulitan mencari orang yang mengurus jenazah, memandikan dan mengkafankannya,” paparnya.

Edi menyebut, posyandu juga memiliki peranan penting karena balita dan lansia memerlukan perhatian khusus. Keberadaan posyandu lansia untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik sehingga meskipun sudah berusia lanjut tetap produktif.

“Anak-anak balita juga diharapkan tumbuh sehat, tidak kekurangan gizi dan cerdas,” katanya.

Salmiah, satu di antara guru ngaji tradisional yang menerima bantuan, mengaku senang karena bantuan ini memang sangat ditunggu-tunggu olehnya. Terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Alhamdulillah bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi ini menjelang lebaran,” ungkapnya.

TerPopuler