Kerusuhan 22 Mei, GP Ansor Dukung Polri Ungkap Aktor Sampai Tuntas | Pontianak Satu

Kerusuhan 22 Mei, GP Ansor Dukung Polri Ungkap Aktor Sampai Tuntas

Rabu, 29 Mei 2019, 03.13
Foto: Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut Kholil Qoumas
MALANGSATU.ID - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, melalui ketua umumnya, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan dukunganya atas upaya penyelesaian secara hukum bagi para perusuh yang melakukan tindakan anarkis pada saat unjuk rasa 21-22 Mei lalu di Jakarta.

GP Ansor juga mendukung langkah Polri untuk mengungkap aktor di balik kerusuhan 22 Mei 2019.

"GP Ansor mendukung upaya Polri menindak tegas para perusuh, mencari dalang kerusuhan dan membawa mereka ke muka hukum. Upaya para perusuh jelas-jelas telah merusak dan mengancam bangunan demokrasi yang kita bangun," tegas Yaqut, seperti disampaikan dalam releasenya pada, Selasa, (28/5/19).

Gus Yaqut, juga menyesalkan adanya korban yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Pihaknya turut memberikan dukungan kepada Polri dan lembaga yang berwenang, untuk menuntaskan kerusuhan massa dan dampaknya.

"Kita berduka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan atau kehilangan harta benda dalam kerusuhan itu. Kepada para perusuh dan aktor intelektual, mari sudahi cara berpikir picik agar tidak timbul korban selanjutnya," ujarnya

Gus Yaqut juga menilai Polri dan TNI telah bertindak profesional dalam penanganan aksi massa pada 21-22 Mei lalu.

"Adanya bukti awal penyelundupan senjata dari daerah ke Jakarta menjadi ancaman yang serius. Namun, Polri dan TNI bersikap profesional sehingga peristiwa itu tidak semakin membesar. Dengan sikap yang cepat dan tanggap, Polri juga menangkap mereka yang hendak melakukan ancaman pembunuhan terhadap para tokoh bangsa," tambahnya.

Menurut Gus Yaqut, tindakan ancaman pembunuhan bagi para tokoh bangsa menjadi catatan serius bagi demokrasi Indonesia.

Dia mengatakan, 21 tahun setelah reformasi di Indonesia memperoleh catatan yang positif, yakni Pemilu sudah berjalan secara baik.

"Bahwa ada catatan dan evaluasi itu adalah keharusan, sampaikan aspirasi melalui jalur hukum. Tetapi melawan pemerintah dengan ancaman pembunuhan para tokoh bangsa adalah tindakan makar (bughot). Pada posisi ini Ansor berdiri pada garis yang tegas, yakni melawan upaya upaya makar," tegasnya

GP Ansor juga mengimbau kepada elite politik untuk berhenti menghembuskan isu negatif tentang pelaksanaan Pemilu 2019 yang baru saja usai.

Pihaknya menilai kembali dijalinnya komunikasi diantara elite politik guna meredakan ketegangan mutlak diperlukan.

"Di bulan Ramadan ini sepatutnya ajakan komunikasi itu harus disambut dengan baik, sehingga ketegangan di elite bisa mencairkan suasana di akar rumput," pungkasnya.

Berita di atas diposting oleh Malang Satu dengan judul:
GP Ansor Dukung Polri Ungkap Aktor Kerusuhan 22 Mei

TerPopuler