Analisa Ketua Himpunan Ahli Konstruksi, Jembatan Kapuas II Bisa Ambruk | Pontianak Satu

Analisa Ketua Himpunan Ahli Konstruksi, Jembatan Kapuas II Bisa Ambruk

Jumat, 31 Mei 2019, 22.18
Foto: Ir. Herman Syafar, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Kalbar
PONTIANAKSATU.ID Konstruksi Jembatan Kapuas II yang terletak di Kabupaten Kubu Raya terganggu akibat diseruduk muatan dari Truk kontainer yang membawa sebuah mesin besar di belakangnya dini hari tadi, Jumat (31/5/2019).

Diketahui bahwa truk tersebut hendak mengantar mesin besar itu ke sebuah perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Mempawah.

Akibat dari insiden ini tersebut, kerangka jembatan bagian atas yang disebut ikatan angin atau kapstan mengalami kerusakan.

Sempat melihat kondisi jembatan Kapuas II, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Kalbar, Ir. Herman Syafar mengatakan bahwa kondisi jembatan Kapuas II berbahaya bila tidak segera ditangani.

Ia menjelaskan bahwa bagian ikatan angin yang ditabrak oleh muatan truk ini berfungsi untuk menjaga stabilitas sebuah jembatan jenis rangka.

"Yang ketabrak itukan ikatan angin di atas, ikatan angin di atas itu penting untuk menjaga stabilitas rangka batang utamanya," jelasnya.

"Kami sarankan karena sebagian besar kerangka jembatan bagian atas ikatan anginnya sudah pada rusak, jadi sebaiknya beban lewat itu dibatasi. Karena itu untuk menjaga stabilitas," tambahnya .

Herman menekankan untuk Kendaraan dengan ukuran 40 Feat harus tidak boleh lewat sama sekali di Jembatan Kapuas II.

"Mestinya tronton yang 40 Feat sama sekali ndak boleh lewat, tapi yang 20 feat kebawah lewatnya ndak boleh konvoi. Satu - satu, jangan lewat ramai-ramai, kalau kijang, sedan motor, silahkanlah, ndak masalah," ujarnya.

Bila tidak dilakukan pembatasan kendaraan yang melalui jembatan, Herman mengatakan kemungkinan terburuk yakni jembatan Kapuas II bisa ambruk.

"Bisa ambruk kalau bebannya dilewati, karena batang atas menekan, bisa tertekuk barang itu, tertekuk bubar barang itu, rangka batangnya," katanya.

Agar tidak terjadi hal-hal yang lebih mengerikan, ia menyarankan agar bagian yang rusak segera diganti.

"Ini harus segera diganti, tapi inikan lagi musim lebaran, pabrik akan tutup, mungkin tanggal lepas 10 baru bisa order barang itu, untuk gantinya," saran Herman.

TerPopuler